Netral English Netral Mandarin
13:27 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Jerman Sebut Penerapan Islam Jalan Tengah di Indonesia Jadi Inspirasi Bagi Eropa

Kamis, 10-December-2020 05:00

Seorang Polisi Wanita atau Polwan tengah mengajari anak-anak mengaji.
Foto : Youtube
Seorang Polisi Wanita atau Polwan tengah mengajari anak-anak mengaji.
13

LONDON, NETRALNEWS.COM - Indonesia menjadi salah satu inspirasi dan model pengembangan Islam di Jerman dan Eropa karena negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini berhasil menerapkan Islam jalan tengah, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jerman.

Pernyataan itu disampaikan Dubes dan Kabid Urusan Keagamaan dan Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Jerman Dr.Volker Berresheim dalam satu webinar di Frankfurt awal pekan ini, kata Pensosbud KBRI Berlin Hannan Hadi, Rabu (10/12/2020).

"Kita patut belajar dari Indonesia bagaimana Islam dikembangkan dan diajarkan di berbagai jenjang pendidikan," katanya seperti dikutip Hannan Hadi dalam webinar tentang pelatihan para imam yang digelar Akademie für Islam in Wissenschaft und Gesellschaft (AIWG) itu.



Praktik yang berkembang di Indonesia ini menjadi referensi model dalam penyusunan kurikulum pelatihan imam di Eropa, termasuk Jerman, kata Berresheim dalam seminar yang diselenggarakan salah satu studi Keislaman Goethe-Unifersity Frankfurt itu.

Webinar bertajuk "Membangun Jembatan Antara Negara dan Komunitas Muslim: Pelatihan Imam di Eropa dan Amerika Utara Sebagai Masalah Bersama" itu menghadirkan kalangan akademisi dari beberapa universitas di Eropa, seperti Perancis, Denmark, dan Belanda.

Satu-satunya pembicara dari luar Eropa dalam pelatihan yang turut diikuti para wakil lembaga Schura di Hamburg, Jerman, dan Al Ghazali Institute, Perancis, itu adalah Prof. Dr.Azyumardi Azra, kata Hannan Hadi.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah kelahiran 4 Maret 1955 ini diminta Kemlu Jerman untuk memberikan masukan dalam program pelatihan bagi Imam di Eropa tersebut, kata Hannan Hadi.

Dalam kesempatan itu, Prof Azyumardi Azra menceritakan pengalamannya dalam menyusun kurikulum Studi Islam di Leuven University, salah satu Universitas Katolik di Belgia.

Kontribusinya itu diinisiasi Dubes Arif Havas Oegroseno saat menjabat Dubes RI di Brusel. Dubes Havas yang saat ini menjabat Dubes RI di Berlin itu turut dalam webinar AIWG ini, kata Hannan Hadi, seperti dilansir Antara
 

Reporter :
Editor : Irawan HP