Netral English Netral Mandarin
12:49wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Jika 2024 Jadi Presiden, Kuliah Bakal Gratis, PSI Malah Dibully dan Dianggap Janji Halu, Begini Respons Tsamara

Selasa, 15-Juni-2021 16:26

Tsamara Armany
Foto : PSI.id
Tsamara Armany
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyatakan akan menyediakan kuliah gratis untuk anak-anak Indonesia jika terpilih sebagai Presiden RI pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Namun, seorang warganet bernama wakikkuk @azharnurul250 malah mencibir dan menyebut sebagai janji halu.

“Janji janji haluuuu,. . partai jadi bahan bulian gegra janji kader haluu,” katanya. 

Politikus Tsamara Armany pun memberikan komentar menanggapi cuitan tersebut.

“Tawaran kebijakan soal kuliah gratis harus lebih sering dibicarakan. Kuliah adalah salah satu cara mendorong mobilitas sosial dari segi koneksi & pendapatan lebih layak. Kuliah seharusnya bisa dicapai oleh seluruh anak muda Indonesia,” kata Tsamara, Selasa 15 Juni 2021.

Untuk diketahui, Giring merupakan calon presiden yang diusung oleh PSI dalam pilpres mendatang. 

"Setelah SD, SMP, SMA gratis. Kini saatnya kuliah gratis. Ini saatnya kita membangun fondasi yang lebih kokoh untuk memastikan kemajuan negeri ini," kata Giring dalam keterangannya, Senin (14/6/2021). 

Adapun hal tersebut juga disampaikan Giring melalui video yang ditayangkan di akun media sosial DPP PSI, Senin. 

Menurut Giring, saat ini kuliah bagi banyak orang yang tidak mampu, dianggap sebagai sesuatu yang tidak terjangkau bahkan terhitung mewah. 

Berniat mengadakan kuliah gratis jika terpilih, Giring mengaku tak akan ada uang yang terbuang sia-sia jika dibelanjakan untuk membekali anak bangsa. 

"Kuliah akan mendorong anak-anak Indonesia berkembang lebih percaya diri dan memiliki kemampuan untuk mengejar cita-cita. Menambah motivasi mereka untuk meningkatkan kualitas diri," ucapnya. 

Selain itu, kuliah juga dinilainya memperkuat profil dan membuat anak muda Indonesia mendapat gaji atau pendapatan yang lebih baik. 

Oleh karena itu, Giring berpandangan bahwa jika semakin banyak anak muda yang kuliah, maka masa depan Indonesia akan lebih baik. 

Lebih lanjut, Giring mengungkapkan, belajar di bangku kuliah akan memperluas pengetahuan tentang dunia, menambah informasi baru, dan memperluas perspektif tentang apa yang bisa dilakukan. 

"Investasi kuliah adalah cara mendorong batas dunia anak-anak muda agar mereka bergerak lebih maju, berpikir lebih kreatif, dan inovatif," kata dia.

Ia menegaskan, kuliah akan membawa anak muda menuju kesehatan yang lebih baik. Kuliah juga dinilainya mampu memberdayakan, dan membekali anak muda dengan kemampuan untuk bekerja. 

Giring menambahkan, dalam 10 atau 20 tahun mendatang, anak muda tersebut akan menjadi profesional yang memperkuat perusahaan Indonesia bersaing secara global. Tak hanya itu, anak muda juga akan menjdi pengambil kebijakan kunci di kantor-kantor pemerintahan. 

"Merekalah yang akan menjadi kunci kemajuan Indonesia kelak. Kita tidak boleh menyia-nyiakan momentum. Ini saatnya kita menginvestasikan tenaga, pikiran, dan anggaran yang lebih banyak untuk membantu agar anak-anak muda kita bisa menikmati kuliah gratis. Ini alasan saya ingin menawarkan program kuliah gratis," tutur Giring. 

Lebih jauh, Giring mengutip peraih Nobel bidang ekonom Amartya Sen yang pernah menyebut kemiskinan bukan cuma soal tidak ada uang. Melainkan, lanjut dia, lebih kepada rendahnya kemampuan untuk berfungsi secara efektif dalam masyarakat. 

"Dalam pandangan Amartya Sen, negara harus menyediakan kesempatan antara lain akses pendidikan, agar anak-anak bisa memaksimalkan kemampuan mereka agar bisa mencapai apa yang mereka inginkan dalam hidup," kata Giring. 

"Anak-anak yang sehat dan cerdas adalah kunci kesejahteraan suatu negara," ucap dia seperti dilansir Kompas.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P