Netral English Netral Mandarin
00:09wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Jika Lemak Habis Dibakar Tubuh saat Kelaparan, Ini yang Terjadi Pada Manusia

Selasa, 07-September-2021 20:40

Ilustrasi bakar lemak.
Foto : emetabolic.com
Ilustrasi bakar lemak.
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketika Anda kekurangan makanan, tubuh mengalami tahap kelaparan karena tak ada lagi kalori untuk fungsi organ.

Tubuh kemudian akan mencoba memecah jaringan dan menggunakan nutrisi yang tersimpan untuk mempertahankan kehidupan selama mungkin. Caranya, dengan memanfaatkan glukosa apa pun yang tersisa.

Menurut pendiri Health Media Experts, Andrea Paul, MD, dalam beberapa jam pertama, targetnya glukosa dalam darah Anda. Setelah itu, glikogen yang membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk habis.

Di sisi lain, tubuh harus melakukan ketosis, yang bisa membuat berat badan turun secara signifikan dan menyebabkan Anda mengalami gejala awal kelaparan seperti pusing dan kelelahan.

Tubuh Anda dapat menghabiskan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk menghabiskan simpanan lemak, tergantung pada seberapa banyak yang ada.

Ketika lemak terserap habis, satu-satunya yang tersisa untuk dibakar tubuh Anda adalah protein di dalam otot Anda, termasuk otot jantung Anda. Akibatnya, risiko serangan jantung bisa meningkat.

Setelah tubuh Anda mulai membakar protein, kesehatan Anda menurun dengan sangat cepat menyebabkan berbagai masalah seperti osteoporosis, penyakit kardiovaskular, gagal organ yang bila tidak segera diobati bisa berakibat fatal.

Sementara bila tubuh kekurangan air, maka tak ada mekanisme serupa Anda memecah jaringan untuk menggantikan bahan bakar dari makanan.

Dalam beberapa jam setelah tidak minum, Anda dapat mulai mengalami gejala dehidrasi termasuk haus, kulit kering, pusing yang seiring waktu bisa berkembang menjadi kebingungan, kegagalan organ. Demikian seperti dilansir dari Antara.

 

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP