Netral English Netral Mandarin
01:37wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
JK Sebut Taliban Belajar Islam Moderat dari Indonesia, Tofa: Iya'in aja, Entar Afganistan Menganut Islam Nusantara?

Senin, 16-Agustus-2021 21:31

usuf Kalla ketika menerima kunjungan Pendiri dan Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar saat masih menjadi Wakil Presiden pada 2019 silam.
Foto : Republika/Dok Setwapres
usuf Kalla ketika menerima kunjungan Pendiri dan Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar saat masih menjadi Wakil Presiden pada 2019 silam.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Mustofa Nahrawardaya menanggapi pernyataan Jusuf Kalla yang menyebutkan bahwa Taliban telah belajar Islam moderat dari Indonesia.

Mustofa yang menulis nama akunnya “TAKUTNYA AMA MURAL” @TofaTofa_id mencuit:

“Iya'in aja. Apa mungkin entar Afganistan akan menganut Islam Nusantara?” kata Mustofa, Senin 16 Agustus 2021.

Sebelumnya dilansir Republika, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla yakin bahwa Taliban kini lebih moderat. Menurutnya Taliban telah mempelajari Islam yang terbuka dari banyak negara-negara Islam di dunia seperti Indonesia.

"Saya undang dua kali dua pemimpin Taliban ke Indonesia untuk melihat Islam di Indonesia, saya yakin bahwa perubahan Taliban yang konservatif dari 1996-2001 ada pada Taliban untuk lebih moderat," ujar Jusuf Kalla saat memberi pengarahan kepada media secara virtual, Senin (16/8).

JK melihat, bahwa Taliban telah melihat secara luas dan mempelajari bagaimana Islam di negara-negara Islam di dunia termasuk Indonesia. Seperti dilihat Taliban tidak merisak orang, tidak membunuh orang, dan lain sebagainya. Hal tersebut menurut JK merupakan suatu tanda Taliban lebih moderat dibanding 1996-2001 sebelum Amerika serikat (AS) memasuki negara tersebut.

"Taliban melihat cara negara-negara lain mengelola negara Islam yang tidak seperti konservatif dan saya yakin bahwa perubahan itu terjadi," ujarnya.

Menurut JK, Taliban juga sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan, apalagi Kedubes RI di negara tersebut. JK yang sebagai juru runding konflik di Afghanistan mewakili Indonesia juga meyakini bahwa tidak bakal terjadi perang maupun pertumpahan darah di negara tersebut. Sebab kedua pihak yang bertikai, Taliban dan pemerintah Afghanistan, sama-sama menginginkan tidak adanya korban jiwa.

"Baik Taliban maupun Pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh tentara Amerika Serikat,” ujar Jusuf Kalla

Saat menjabat Wakil Presiden periode 2014-2019, JK mewakili pemerintah RI dalam berbicara langsung dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, serta para petinggi Taliban. Bahkan perwakilan Pemerintah Afghanistan dan Pemimpin Politik Taliban, secara bergantian diundang makan di kediaman dinas Wakil Presiden RI, Jalan Diponegoro Menteng - Jakarta Pusat.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani