Netral English Netral Mandarin
06:40wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
JK Ungkap Sumber Kekacauan Bangsa, Mardani: Atlet Mempersatukan, Buzzer Memecah dengan SARA

Selasa, 03-Agustus-2021 15:27

Mardani Ali Sera
Foto : dpr.go
Mardani Ali Sera
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mardani Ali Sera mengungkit pernyataan Jusuf Kalla yang pernah mengungkap tentang sumber kekacauan bangsa. 

Mardani kemudian membandingkan antara masalah itu dengan para atlet yang selalu berusaha mempersatukan bangsa.

“Ketika para atlet berjuang mempersatukan bangsa, para buzzer memecah persatuan dengan SARA. Tetap jaga persatuan,” kata Mardani Ali Srta, Selasa 3 Agustus 2021.

“Sepertinya terbukti ya. Negarawan seperti  @Pak_JK menyebut buzzer sumber kekacauan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu silam, Wakil Presiden dua periode (2004-2009 dan 2014-2019), Jusuf Kalla (JK)  mengungkapkan uneg-unegnya seputar kiprah para buzzer di tanah air. 

Dia mengakui buzzer sengaja hadir dan mendapat ruang dalam kampanye pemilu untuk menyampaikan segala hal positif kandidat yang didukungnya. 

Juga sebaliknya mereka dipersiapkan untuk mengkritisi kekurangan para kandidat lain yang menjadi lawannya.

"Sebenarnya buzzer itu mulai pada setiap kampanye. Tapi itu biasa saja, bagaimana memuji pasangan calon yang didukungnya atau mencela lawannya," kata JK menjawab Tim Blak-blakan detikcom yang menemuinya di Kantor PMI, Selasa (23/2/2021).

Mestinya, tegas JK melanjutkan, kerja mereka berhenti setelah pemilu selesai karena suda ada pihak yang menjadi pemenangnya. Tapi yang terjadi kemudian justru menjadi geng yang terus dipelihara, dibayar untuk membuli siapa yang mengkritik.

"Jadi tolonglah siapa itu yang bisa memperbaiki. Sebab sumber segala kekacauan adalah buzzer-buzzer itu. Seharusnya sudah lah, tidak perlu lagi ada pencitraan yang macam-macam. Tidak perlu lagi merusak nama orang, biar demokrasi berjalan dengan baik," papar JK.

Selain itu, dia menambahkan, media massa juga sebaiknya tidak lagi ikut memberi ruang bagi para buzzer. 

"Anda juga ikut bertanggung jawab itu," ujarnya menunjuk wartawan seperti dinukil detikcom.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli