Netral English Netral Mandarin
16:43wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
JKW Tak Setuju Pembuat Mural Ditindak, Said Didu: Tapi 'Jubirnya' Ngamuk dan Katakan yang Buat Kelas Kambing, Percaya?

Kamis, 19-Agustus-2021 19:15

Presiden Jokowi dan Muhammad Said Didu
Foto : Kolase Youtube
Presiden Jokowi dan Muhammad Said Didu
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan Presiden Joko Widodo yang tak berkenan polisi bertindak terlalu responsif terhadap kritik melalui mural ternyata mendapat tanggapan keras dari Muhammad Said Didu.

Said Didu justru mempermasalahkan pihak “jubir” Jokowi yang dianggap bertindak berlebihan. 

"Tapi "jubirnya" ngamuk dan katakan yg buat mural rakyat kelas kambing. Percaya?" kata Muhammad Said Didu, Kamis 19 Agustus 2021.

Said Didu juga sempat menganalisa mengapa arahan pemimpin berbeda dengan petugas di lapangan.

“Jika ada pernyataan pimpinan berbeda dg pelaksanaan, ada 2 kemungkinan yg terkadi: 1) arahan depan publik berbeda dg arahan di belakang (tertutup). 2) ada yg berebut cari nama krn pengalaman nenunjukkan tdk akan ditegur tapi malah dapat promosi,” katanya.

Untuk diketahui, mural bergambar mirip Presiden Jokowi dengan tambahan tulisan '404: Not Found' di Jalan Pembangunan I, Kelurahan Bayu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, membuat heboh. Mural itu lalu dihapus dan pembuatnya diburu polisi.

Ada pula pria di Tuban ditangkap karena berjualan kaus dengan nada desain serupa. Hal ini memunculkan kesan Polri begitu reaktif ketika menyangkut soal Presiden Jokowi.

Terkait hal itu, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menegaskan, Presiden Jokowi memang sudah memberikan arahan, tapi bukan untuk reaktif. Jokowi justru tidak memperkenankan polisi bersikap responsif untuk urusan seperti mural dan kaus 404 Not Found itu.

“Presiden tidak berkenan bila kita responsif terhadap hal-hal seperti itu. Bapak Kapolri selalu mengingatkan kita dan jajaran terutama dalam penerapan Undang-undang ITE,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (19/8).

Mural Jokowi Not Found yang sudah dihapus. Foto: Polres TangerangMantan Kapolda Sumut itu tak terlalu mempermasalahkan mural tersebut. Namun, Dia mengingatkan jangan sampai niat memberikan kritik justru berujung pada fitnah.

“Kritis terhadap Pemerintah saya rasa enggak ada persoalan,” ujar Agus.

Sebelumnya, digambarkan pada dinding dengan ukuran 2 x 1 meter, sosok mirip Jokowi tersebut berwarna abu-abu, hitam dan putih, dengan bagian mata yang diberikan garis merah tebal bertuliskan '404:NOT FOUND'.

Namun, kini gambar tersebut pun telah dihapus pihak kepolisian setempat lantaran dikhawatirkan dapat menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.

Gambar wajah mirip Jokowi dicat hitam, sedangkan mural di kiri kanannya tetap seperti semula.

"Sudah dihapus sejak kemarin Kamis (12/8) oleh petugas setempat. Kami lihat gambar mirip Presiden RI (Jokowi). Dan itu sebagai lambang negara dan pimpinan tertinggi, makanya kami lakukan langkah itu untuk menghindari adanya penafsiran yang salah," kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim, Jumat (13/8).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi