Netral English Netral Mandarin
12:24wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Jokowi 3 Periode Mencederai Demokrasi, HNW: Niatan Itu Tidak Pernah Berasal dari MPR

Sabtu, 28-Agustus-2021 11:45

Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto : dpr.go
Hidayat Nur Wahid (HNW)
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Meski Presiden Joko Widodo sudah beberapa kali menegaskan tak ada niat sedikitpun untukmemperpanjang jabatan 3 periode dan ia taat pada konstitusi namun wacana Jokowi 3 periode tetap saja  masih ramai diributkan. 

Sabtu, 28 Agustus 2021, akun KNPI Media Centre @KNPIMediaCentre kembali menyebutkan: "Jika sampai ada niatan @DPR_RI @mprgoid untuk mengubah masa jabatan Presiden RI menjadi 3 Periode, ini adalah hal yang mencederai demokrasi dan mengandung niat keserakahan dalam berkuasa. Pemuda harus menjaga Konstitusi dari perusak demokrasi!" 

Hal itu kemudian ditanggapi Hidayat Nur Wahid (HNW).

“Selama ini niatan/wacana “mengubah masa jabatan Presiden RI menjadi 3 Periode” tidak pernah berasal dari MPR. Pernah muncul justru dari luar DPR/MPR spt individu aktivis survey, mantan pimpinan Partai dll. Tapi dari MPR, apalagi resmi, tidak ada. Yuk kawal&laksanakan UUDNRI 1945,” kata HNW.

Sementara sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan sikap bahwa dia adalah presiden yang dipilih langsung oleh rakyat berdasarkan konstitusi. Oleh karena itu, pemerintahannya akan berjalan tegak lurus dengan konstitusi tersebut.

"Apalagi yang harus saya sampaikan? Bolak-balik ya sikap saya tidak berubah," ujar Jokowi dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Maret 2021.

Jokowi berujar bahwa sama sekali tak memiliki niat untuk menjadi presiden 3 periode. Undang-Undang Dasar 1945, kata dia, telah mengatur masa jabatan presiden selama dua periode yang tentunya harus dipatuhi bersama.

"Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak berminat juga menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanatkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama," ujar Jokowi.

Menurutnya, di tengah pandemi saat ini, semestinya seluruh pihak mencegah adanya kegaduhan baru. Seluruh elemen bangsa, seharusnya bersama-sama bahu membahu membawa Indonesia keluar dari krisis pandemi dan menuju lompatan kemajuan baru.

"Janganlah membuat kegaduhan baru. Kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," kata Jokowi.

Wacana jabatan tiga periode presiden muncul salah satunya dari Pendiri Partai Ummat, Amien Rais. Ia menuding ada upaya rezim pemerintahan mendorong sidang istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat menyetujui amandemen satu atau dua pasal dalam UUD 1945. Menurut Amien, perubahan itu akan mencakup perpanjangan masa jabatan presiden dan wakil presiden.

"Kemudian nanti akan ditawarkan pasal baru yang memberikan hak bahwa presiden itu bisa dipilih tiga kali," ucap mantan Ketua MPR RI ini lewat akun Youtube Amien Rais Official, Sabtu malam, 13 Maret 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P