Netral English Netral Mandarin
11:43wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Wow! 2 Akademisi Ungkap jika Moeldoko Tak Mundur dari KSP Berarti Jokowi adalah Mastermind Kemelut Demokrat  

Sabtu, 06-Maret-2021 09:50

Jokowi dan Moeldoko
Foto : Viva.co
Jokowi dan Moeldoko
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dua akademisi mendesak Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko mengundurkan diri dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP)

Yang pertama adalah Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando dan yang kedua Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Muradi.

"Kalau Pak Moeldoko tidak  mundur dari KSP, itu seolah membenarkan tuduhan bahwa mastermind kudeta Partai  Demokrat adalah Pak Jolkowi," kata Ade, Sabtu (6/3/21).

"Karena sudah menjadi Ketua Partai Demokrat, sebaiknya Pak Moeldoko meletakkan jabatan di KSP," imbuhnya.

Desakan serupa juga disampaikan Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Muradi mengimbau agar Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko mengundurkan diri dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurut Muradi, pengunduran diri supaya menghilangkan kesan Presiden Joko Widodo terlibat.

“KSP kan berarti orang yang paling dekat dengan Presiden Jokowi. Karena itu, untuk menghilangkan kesan Presiden Jokowi terlibat atau menjadi beban bagi Presiden Jokowi, maka sebaiknya Pak Moeldoko mengundurkan diri,” ujar Muradi seperti dinukil Beritasatu.com, Jumat (5/3/2021).

Pengunduran diri ini, kata Muradi, bisa atas inisiatif dari Moeldoko sendiri atau Jokowi yang meminta Moeldoko mengundurkan diri. Moeldoko, kata dia, bisa menjadi salah satu menteri kabinet saja, tetapi bukan lagi menjadi KSP.

“Dengan pengunduran diri ini juga maka Moeldoko bisa lebih fokus mengurus Partai Demokrat termasuk mungkin upaya di pengadilan atau rekonsiliasi dengan kubu AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) serta menyiapkan langkah-langkah serius menghadapi Pemilu Serentak 2024,” jelas dia.

Moeldoko, kata dia, bisa segera mengundurukan diri dari KSP. Paling lambat, menurut Muradi, setelah urusan legalitas kepengurusan Partai Demokrat disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. “Paling lambat dua atau tiga bulan ke depan mengundurkan diri dari KSP,” pungkas Muradi.

Diketahui, Moeldoko terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD) yang baru dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (5/3/2021). Moeldoko dipilih oleh para peserta walaupun tidak hadir di dalam acara itu.

Keputusan kader dan pengurus PD yang memilih Moeldoko itu disahkan lewat pengetukan palu sidang oleh pimpinan rapat, Johnny Allen Marbun. Moeldoko mengalahkan Marzuki Alie, yang kalah suara ketika voting dilaksanakan.

"Memutuskan menetapkan, pertama calon ketua tersebut atas voting berdiri maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi ketua umum Partai Demokrat 2021-2025," ujar Marbun.

Keputusan lainnya adalah bahwa kepengurusan PD dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner.

Merespon hal tersebut, Ketua Umum versi Kongres V Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyebutkan KLB tersebut illegal karena dihadir oleh peserta yang bukan pemilih suara sah Partai Demokrat. AHY minta Pemerintahan Jokowi tidak mengesahkan kepengurusan hasil KLB Deli Serdang.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto