Netral English Netral Mandarin
08:56wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Jokowi Bangun Papua Dihalangi agar KKB Tetap Petik Keterbelakangan Mereka, EK: Perjuangan yang Aneh

Sabtu, 09-Oktober-2021 18:30

Ilustrasi Presiden Jokowi saat kunjungi Papua
Foto : Karna.id
Ilustrasi Presiden Jokowi saat kunjungi Papua
37

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi menilai pembangunan di Papua yang digenjot Presiden Jokowi ditujukan agar Papua semakin maju namun sering dihalangi oleh aksi KKB.

Menurutnya, KKB tak ingin Papua maju karena selama ini bisa memetik keterbelakangan mereka.

“KKB memang sengaja diset untuk menghalangi pembangunan Papua. Makanya mereka menyerang Puskesmas, sekolah, pekerja bangunan infrastruktur. Agar Papua tetap terisolasi dan mereka memetik manfaat dari keterbelakangan. Perjuangan yang aneh. Mau diajak maju malah ditentang..,” kata Eko Kuntadhi, Sabtu 9 Oktober 2021.

Eko Kuntadhi kemudian menyoroti upaya pembangunan yang dilakukan Jokowi. Bahkan kemudian menyindir Natalius Pigai.

“Melihat keseriusan Jokowi bangun Papua, kita rasanya tambah oprimis. Sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru akan terus bermunculan. Jadi gak usah dengerin Pigai yang sering meracau...,” tandasnya

Sebelumnya dinukil Kompas.tv, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sebagai negara besar dengan rentang wilayah luas, Indonesia membutuhkan konektivitas agar bisa saling terhubung, sehingga dapat bersatu sebagai suatu bangsa.

"Memudahkan mobilitas orang, barang dan jasa, sehingga ekonomi kita makin efisien dan bisa meningkatkan daya saing negara dalam persaingan global, itulah pentingnya infrastruktur," ungkap Presiden Jokowi saat meresmikan terminal penumpang seluas 7.200 meter persegi di Bandar Udara Mopah, Merauke, Papua, Minggu pagi (3/10/2021).

Presiden Jokowi menyebutkan sejak tujuh tahun terakhir, pemerintah terus membangun dan mengembangkan bandara dan pelabuhan demi memperlancar konektivitas termasuk tol laut, serta membangun jalan di seluruh penjuru Tanah Air.

"Ke depan, kapasitas terminal bandara ini terus ditingkatkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi yang ada," ungkap Jokowi seperti dikutip dari Antara.

Presiden Jokowi pun terkesima dengan keberadaan terminal baru penumpang di Bandara Mopah Merauke.

“Bandara Mopah Merauke yang berada di ujung paling timur Indonesia ini terus kita kembangkan. Hari ini sudah selesai pembangunan terminal penumpang yang baru seluas 7.200 meter persegi dengan kapasitas 638 ribu penumpang per tahun,” ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ikut hadir dalam peresmian tersebut Ketua DPR Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Bupati Merauke Romanus Mbaraka dan pejabat terkait lainnya.

"Ini sangat besar sekali dan terminal baru ini kita harapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penumpang dan kita harapkan makin tertata, makin bersih, makin nyaman, agar penumpang terlayani dengan baik di bandara ini," tambah pria yang pernah pula menjadi Wali Kota Solo tersebut.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto