Netral English Netral Mandarin
04:06wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Jokowi Dibully Gegara Promosikan Babi Panggang, FH: Bijaklah, Bahwa Itu Membantu Promosi UMKM

Minggu, 09-Mei-2021 15:06

Ferdinand Hutahaean
Foto : GemPl
Ferdinand Hutahaean
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) meminta kepada semua pihak untuk tidak membully Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu berawal dari pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat belanja online untuk kuliner Bipang Ambawang Pontianak, Kalimantan Barat. Bipang merupakan singkatan dari babi panggang.

"Karena masih dalam suasana pandemi pemerintah melarang mudik dan untuk bapak ibu yang rindu masakan atau kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh bisa memesannya secara online," kata Jokowi dalam satu video yang dibagikan di media sosial.

"Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, empek empek Palembang, bipang Ambawang Kalimantan dan lain-lain tinggal pesan dan makanan kesukaan kesukaan akan sampai di rumah," ucap Jokowi nenambahkan.

Terkait hal itu, Ferdinand meminta kepada semua pihak untuk tidak mempermasalahkan. Kata dia lagi, Presiden Jokowi hanya sekadar mempromosikan makanan khas sebuah daerah.

"Tak perlu hrs membully Pres @jokowi yg mempromosikan makanan khas tradisional sebuah daerah," tulis Ferdinand di akun Twitternya, Sabtu (8/5/2021).

Lebih lanjut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) ini menambahkan promosi yang dilakukan presiden ituhanya untuk kalangan tertentu, bukan untuk semua orang.

"Promosi itu tentu dipahami Presiden utk kalangan tertentu, bkn berarti menyuruh semua org membelinya apalagi yg mengharamkan makanan tertentu," ujarnya.

Oleh karena itu, Ferdinand  pun mengimbau publik untuk lebih bijak dalam menanggapi pidato  tersebut, karena itu satu cara untuk membantu promosi sebuah UMKM.

"Bijaklah, bahwa itu membantu promosi UMKM," pungkasnya.

Cuitan Ferdinand pun direspon berbagai komentar pro dan kontra  oleh netizen. Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Minggu (9/5/2021).

@Turi45931006: Momennya ga pas brur ...Kenapa sih presiden @jokowi sering blunder brur ?Beliau paham ga audience yang sedang diajak bicara ?Kenapa dari ngelarang mudik tiba² ngomongin UMKM ?...Memilah tema pembicaraan saja belum mampu.

@chrysan_quinee: Mgkn mrk tll sempit wawasan nya Bang.Jd denger dikit yg ada B2 nya lgs mikirnya haram.Pdhl sbg Presiden Indonesia yg py rakyat dg beraneka ragam suku, agama n budaya, ya hal spt itu biasa saja ,tdk prl dipermasalahkan. Artinya Pak De itu perhatian n sayang toh sm kita smw

@gotte4: Bicara dlm konteks mudik lebaran yg dibahas bipang ambawang, gak beda jauh saat Gub DKI beli beras dari Ngawi tapi ada yg berterimakasih ka Gub Jateng. itu aja sih.

@DahlanGtgede: Satu hal yg perlu diketahui beliau bicara dalam konteks mudik lebaran, bukan perayaan agama lain,paham?

@J1111111N: Pemimpin yg hebat dn bijak mau meminta maaf ketika melakukan suatu kesalahan, bukan mencari pembenaran krn tdk ada manusia luput dari kesalahan

Reporter : Sesmawati
Editor : Nazaruli