Netral English Netral Mandarin
01:33wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Jokowi Didesak Mundur Sebelum 5 Juli dan Diminta Segera Bertobat, Netizen: Udah Naik Drajat Jadi Tuhan ya

Minggu, 04-Juli-2021 07:26

Presiden Joko Widodo
Foto : Setpres
Presiden Joko Widodo
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eggi Sudjana dan sejumlah orang pendukungnya mendesak agar Presiden Joko Widodo segera mundur sebelum 5 Juli 2021 dan bertobat gegara dituduh telah melakukan kriminalisasi ulama.

Sontak warganet menanggapinya riuh rendah. Di akun FB Mak Lambe Turah, Minggu 4 Juli 2021, banyak netizen malah mengecam desakan Eggi Sudjana. 

MLT: “Kumat apa pansos??”

Mbah Jawi Kampoeng Dalem: “Mbok ditangkap wae orang seperti itu....Ndak nglihat bukan cuman Indonesia..negara lain juga berjibaku melawan Koroma..orang2 ini & golongannya hanya itu2 saja yg dipikirannya..”

Komang Lisa: “Pusing dia.. pemasukan amsyong kabeh.”

Syaifur Rohim: “nyuruh2 tobat, bersarat pula. udah naik drajat jadi Tuhan ya.”

Nugroho S: “Kalau pemerintah ga tegas terhadap provokator seperti ini dari kelas elit sampai kelas bawah. Meskipun program pencegahan covid 19 berganti nama sampai 100x jg ga bakalan teratasi.”

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu, Eggi Sudjana dkk yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menuntut Jokowi untuk mundur.

Jika tidak ingin mundur, maka Jokowi diberi pilihan lain yaitu bertobat dan melakukan syarat-syarat yang diminta TPUA.

Eggi Sudjana dan timnya memberikan waktu hingga Senin, 5 Juli 2021 kepada Presiden Jokowi untuk memikirkan pilihan tersebut.

Pernyaraan Eggi Sudjana itu dapat dilihat dalam video berjudul ‘Bang Egi Bilang Hari Pembangkangan Presiden Dzolim’ yang tayang di MimbarTube pada 28 Juni 2021.

“Mudah-mudahan Allah beri sehat pada Jokowi dan kesadarannya, kewarasannya untuk mau bertobat,” kata Eggi Sudjana.

“Jadi, kita tidak memaksanya mundur kalau dia mau bertobat dengan syarat-syarat yang tadi sudah disampaikan,” lanjutnya.

Sebagai catatan, sebelum Eggi berbicara, Tim Advokat telah menyampaikan beberapa syarat yang dimaksudkan.

Syarat pertama, yaitu Jokowi harus menghentikan kriminalisasi kepada para ulama dan aktivis.

Oleh karena itu, Presiden diminta segera memerintahkan pembebasan terhadap Rizieq Shihab, seluruh petinggi FPI, Gus Nur, Syahanda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan lain-lain.

“Kedua, menghentikan kriminalisasi terhadap ormas Islam. Karena itu Presiden segera mengaktifkan kembali FPI dan HTI,” kata Ahmad, Koordinator Advokat.

Ketiga, menghentikan produk legislasi yang tidak pro-rakyat. Karena itu, Presiden segera terbitkan Perpu membatalkan undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, UU Minerba, UU Covid-19, UU temtang pelemahan KPK, dan menghentikan pembahasan UU HIP maupun BPIP.

“Empat, memenuhi hak beragama bagi seluruh calom jemaah haji Indonesia. Oleh karenanya, Presiden harus melakukan keseluruhan langkah dan ikhtiar yang dapat ditempu termasuk melakukan lobi terhadap otoritas Saudi agar calon jemaah haji dapat melalukan kewajiban yang merupakan bagian dari rukun islam yang ke-5,” ujarnya.

Eggy Sujana mengatakan bahwa jika tanggal 5 Juli 2021 nanti, Jokowi tak memberi jawaban, maka mereka akan menganggap bahwa ia tidak ingin bertobat.

“Ini perlu dikukukan 5 Juli itu dua. Satu, pertobatan Presiden secara nasional. Kita terima semua sebagai bangsa Indonesia karena ingin dimajukan dan disejahterakan oleh-Nya,” kata Eggi.

“Yang kedua, kalau dia tidak bertobat, harus dinyatakan 5 Juli 2021 adalah hari pembangkangan kepada Presiden yang zolim, Presiden yang membuat rakyatnya sengsara. Dan pasti pergolakan rakyat, dengan izin Allah, akan terus bergulir bergulir bergulir menjadi snow ball, bola salju yang semakin besar,” tambahnya dinukil Terkini.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani