3
Netral English Netral Mandarin
10:34 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Jokowi Dituding Mau Kudeta, DS: Ngapain Kudeta @PDemokrat? Tahun 2024 Nanti Juga Habis Sendiri

Selasa, 02-Februari-2021 22:52

Pegiat Media Sosial Denny Siregar (DS).
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar (DS).
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan ada gerakan politik tertentu untuk mengambil alih kepengurusan partai secara inkonstitusional.

Menurut AHY gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami memandang perlu untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya. Yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Terkait hal itu pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) ikut mengomentari tudingan putra sulung presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. 

Denny pun mempertanyakan untuk apa Presiden Jokowi mengkudeta Partai Demokrat.

"Kalau pak @jokowi mau kudeta partai, ada banyak list partai2 besar yang bisa beliau ambil dan lebih menguntungkan.

1. @PDI_Perjuangan 2. @Gerindra 3. @PartaiGolkar 

Ngapain kudeta @PDemokrat? Tahun 2024 nanti juga habis sendiri..," tulis Denny Siregar. 

Cuitan Denny pun direspon berbagai komentar pro dan kontra oleh netizen.

Berikut rangkumannya yang terpantau oleh netralnews.com, Selasa (2/2/2021). 

@HermanAlimin: Yg lucu koq urusan internal partai dia diumbar2 dan menuduh Istana ikut terlibat. Lah bknnya dia ketum pecat aja yg membangkang dan mau kudeta. Mknya kl ngak sanggup dan blm matang jd ketum mending aja mundur lebih elegan drpd sandiwara terus dan drama.

@EfendiSibarani: Seperti tetangga berisik, berantem urusan Rumah Tangga, tapi nyalah2in tetangga. Didiemin, makin berisik, ngganggu tidur. Ditampol, nangis guling2. Benar2 menjengkelkan.... 

@Lonsay6: Justru dah tahu mau tenggelam, maka strategi berubah ke tiji-tibeh.. mati siji mati kabeh. Mati satu mati semua... Strategi yg hanya pantas bagi para pecundang saja...

@JAYA_NEGRIKU: @AgusYudhoyono sadar klu partai @PartaiDemokrat sdh mulai kehilangan pendukung dan tidak laku, mulai cari perhatian, anak babe masih suka merengek,

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati