Netral English Netral Mandarin
15:26wib
Barcelona yang tumbang di tangan Bayern Munich sehingga dipastikan tersingkir dari ajang Liga Champions 2021-2022. Hasil analisis dan investigasi penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terhadap beberapa kecelakaan bus Transjakarta menunjukkan sebagian besar disebabkan oleh faktor kesalahan manusia.
Jokowi Izinkan Rektor UI Rangkap Jabatan, Rocky Gerung: Buruk Muka Cermin Diganti

Kamis, 22-Juli-2021 10:30

Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung
Foto : Istimewa
Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung
63

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung mengomentari polemik perubahan aturan soal Statuta Universitas Indonesia (UI) yang tak lagi melarang rektor rangkap jabatan. 

Rocky menyebut, banyak persoalan yang terjadi di UI dan jika dibongkar maka akan mendapati 'basis kegilaan massal' yang beroperasi diam-diam di UI.

Diketahui, Statuta UI diubah setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2021 yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Juli 2021. PP ini mengubah aturan sebelumnya yang melarang rektor merangkap jabatan di BUMN.

Dengan adanya perubahan tersebut, maka Rektor UI Ari Kuncoro diizinkan rangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 

"Jadi kalau kita bongkar-bongkar, UI itu kita akan ketemu semacam basis kegilaan massal yang beroperasi diam-diam," kata Rocky, dikutip dari kanal kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (22/7/2021).

Bahkan, lanjut Rocky, tidak menutup kemungkinan PP 75/2021 diterbitkan karena ada deal-dealan antara pihak UI dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

"Tanpa kita tahu tiba-tiba UI mungkin deal dengan Menteri BUMN 'ya kita palsuin aja deh, atau kita selundupkan kepentingan anda dalam Perpres baru'," ujarnya.

Mantan Dosen UI itu mengatakan, sejak awal kasus rangkap jabatan Rektor UI ramai diperbincangkan publik, pemerintah dan DPR seperti menutup mata atas persoalan tersebut.

Namun, lanjutnya, setelah isu itu mulai reda, pemerintah tiba-tiba menerbitkan PP Nomor 75/2021 mengganti PP Nomor 68/2013 tentang Statuta Universitas Indonesia.

"Jadi sebetulnya kalau kita lihat keadaan dari awal kasus ini, harusnya Presiden dan DPR apalagi, peka terhadap keadaan ini. Tapi kemudian orang diam aja tiba-tiba muncul Perpres baru," ungkapnya.

Rocky kemudian mengubah peribahasa 'buruk muka cermin dibelah' menjadi 'buruk muka cermin diganti' untuk menggambarkan keputusan pemerintah mengizinkan Rektor UI rangkap jabatan.

Rocky menggunakan peribahasa buruk muka cermin diganti karena ia berpendapat bahwa pemerintah berusaha menutupi kesalahan dengan membuat kesalahan baru.

"Jadi ini seperti buruk muka cermin dibelah. Itu masih mending tuh. Buruk muka cermin dibelah maka dia nggak bisa bercermin lagi tuh," tutur Rocky.

"Tapi ini buruk muka cermin diganti. Ya mukanya tetap buruk. Walaupun cerminnya diganti ya tetap buruk aja mukanya kan. Muka UI, muka rektor, muka Erick Thohir, muka Menteri Pendidikan dan seterusnya," terangnya.

Menurut Rocky, apa yang ia sampaikan itu merupakan penilaian publik. "Dan emak-emak, rakyat, mahasiswa melihat itu bahwa mereka hanya mengganti cerminnya itu. Dia pikir kalau ganti cermin mukanya makin bagus, tetap jadi makin buruk," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi