Netral English Netral Mandarin
05:18 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Jokowi Tak Mau Disuntik Vaksin Duluan, Tak Disangka Begini Respon HNW

Minggu, 13-December-2020 13:40

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid
Foto : Istimewa
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) angkat bicara terkait tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mau disuntik Vaksin Covid-19 terlebih dahulu. HNW mengaku amat menyayangkan tindakan Orang Nomor Satu di Indonesia ini. 

HNW menilai, rakyat berharap dapat keteladanan dan kepastian soal vaksin Covid-19 ini. 

"Kalau Presiden @jokowi tidak mau disuntik duluan vaksin covid-19, tentu disayangkan," kata HNW, dikutip dari cuitannya, Minggu (13/12/2020).



Lebih lanjut HNW katakan, Presiden Jokowi bisa perintahkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Kesehatan, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk disuntik Vaksin Covid-19. Perintah bisa sampaikan, apabila Presiden Jokowi tidak mau disuntik vaksin terlebih dahulu.

"Tapi seandainya benar nggak mau,Beliau bisa perintahkan agar MenkoMarves/Menkes/MenBUMN yg duluan disuntik vaksin covid-19," jelas HNW. 

Pernyataan ini disampaikan HNW, sambil mengunggah sebuah berita pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Menko Luhut ungkap, ada pihak yang meminta Presiden Jokowi untuk disuntik vaksin terlebih dahulu karena dugaan dampak yang ditimbulkan seperti penyakit. 

Menko Luhut menegaskan, Presiden Jokowi ingin disuntik vaksin bersama-sama dengan rakyat nantinya. Menko Luhut juga tegaskan agar rakyat tidak berburuk sangka karena pemerintah ingin memberikan yang terbaik bagi rakyat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli