Netral English Netral Mandarin
09:19wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Jokowi Teken PP Royalti Musik, Julian Jacob: Silahkan Warung, Kuli Bangunan Putar Lagu Saya Sesuka Hati Tanpa Royalti

Rabu, 07-April-2021 12:00

Artis penyanyi Julian Jacob.
Foto : Instagram
Artis penyanyi Julian Jacob.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Penyanyi Julian Jabob turut angkat biacara terkait tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang teken PP Royalti Musik. Julian lantas menyampaikan ketidaksepakatannya atas PP tersebut, karena menurutnya karya tidak hanya soal materi saja. 

Tindakan itu dilakukan Julian dengan  mempersilahkan supermarket, hotel, toko kecil, warung, kuli bangunan atau siapapun yang memutar lagunya tanpa royalti. Dia memperbolehkan masyarkat memutar lagunya dengan sepuas hati tanpa memberi royalti padanya. 

“Karna dengan itu saja saya merasa karya saya diapresiasi. thx,” tegas kekasih dari Penyanyi Brisia Jodie ini, dikutip dari cuitannya pada Rabu (7/4/2021).

Lebih lanjut mantan kekasih dari Penyanyi Marion Jola ini mengaku, dirinya berada di posisi antara setuju dan tidak setuju.Dia ketahui peraturan baru itu bicara tentang hak cipta lagu yang apabila diputar di tempat umum maka harus membayar royalti. 

“Intinya, untuk musisi yang berjuang sendiri seperti saya. Saya sama sekali tidak keberatan jikakarya saya dinikmati tanpa batas,” tegas dia. 

Poin baiknya yang Julian nilai dengan adanya peraturan itu adalah suara musisi didengarkan dan diapresiasi. Tetapi poin tidak baiknya mempersulit dan justru memeprsempit ruang pendengar untuk berekspresi. 

“Gak bagusnya adalah, memperibet. Karya bukan melulu soal duit,” tegas Julian. 

Menurutnya, perhitungan dalam berkarya adalah kalah sebelum tempur. “#suaramusisi,” sambung dia. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani