Netral English Netral Mandarin
01:24wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Jokowi Tugaskan Prabowo Tanam Singkong, Said Didu: Sudah Setahun, Apakah Sudah Panen Besar-besaran?

Minggu, 10-Oktober-2021 13:10

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto
Foto : Tempo.co
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muhammad Said Didu mengungkit penugasan Presiden Joko Widodo kepada Prabowo Subianto untukmenanam singkong dalam rangka membangun ketahanan pangan sejak 2000 silam.

“Sesuai berita ini, krn sdh setahun - apakah sudah ada panen singkong besar-besaran?” tanya Said Didu, Minggu 10 Oktober 2021.

Untuk diketahui, 2000 silam, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menargetkan menanam singkong di lahan seluas 30.000 hektare pada 2021. Hal itu dilakukan Prabowo selaku penanggung jawab proyek yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembangunan lumbung pangan atau food estate.

Prabowo mengaku mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurus cadangan pangan singkong di food estate. Prabowo menyatakan siap mengubah singkong menjadi bahan pangan untuk membuat roti dan mie.

"Garis besarnya itu, bahan pangan untuk roti, nasi dari singkong dan juga mie. Indonesia konsumen mie kedua terbesar di dunia dan kita ingin menjamin bahwa kita tidak tergantung dari persediaan luar negeri,” kata Prabowo usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Rabu, 23 September 2020.

Dia pun menargetkan luas area lahan singkong 30.000 hektare pada 2021. Selanjutnya, luas lahan yang digarap akan meningkat hingga mencapai 1,4 juta hektare pada 2025.

Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan tugas dari Presiden Jokowi untuk menyokong Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam proyek food estate di Kalimantan Tengah.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya menugaskan Menhan Prabowo Subianto untuk menjadi penanggung jawab dalam pembangunan food estate di Kalimantan Tengah.

Jokowi mengungkapkan alasan penunjukkan Prabowo ialah karena bidang pertahanan tak hanya mengurusi alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan.

"Sudah disampaikan food estate itu berangkat dari peringatan FAO akan ada krisis pangan dunia sehingga perlu antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis. Dan yang namanya pertahanan itu bukan hanya alutsista tapi juga ketahanan di bidang pangan," ujar Jokowi dalam pertemuan dengan media, seperti dinukil Tempo.co, Senin, 13 Juli 2020.

Dengan keterlibatan Prabowo, Jokowi meyakini persoalan pangan di Indonesia akan lebih mudah diatasi. "Jadi Pak Menhan menjadi leading sector karena memang kita ingin membangun cadangan strategis pangan, sehingga kalau nanti kekurangan beras ya tanam padi. Kurang jagung ya tanam jagung, bisa di situ," ungkap Jokowi.

Seperti diketahui, pemerintah menyiapkan pembangunan food estate di dua provinsi, yakni Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara. Ada dua wilayah di Kalimantan Tengah, yakni kabupaten Pulang Pisau dan kabupaten Kapuas.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki rencana untuk memperluas pembangunan lumbung pangan atau food estate. Wilayah yang menjadi sasaran adalah Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, hingga Papua.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 165.000 hektare lahan potensial di Kalimantan Tengah yang diperuntukkan bagi pengembangan kawasan lumbung pangan nasional tersebut.

Food estate di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah yang tengah dibangun memiliki lahan potensial 20.704 hektare. Namun lahan yang dapat difungsikan per medio tahun ini, seluas 5.840 hektare.

Secara singkat, food estate merupakan proyek klaster untuk pengembangan sayuran, buah-buahan dan aneka tanaman pangan sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Bahkan, Pemerintah juga akan membangun sarana produksi dan infrastruktur pertanian seperti embung dan irigasi.

Konsep pengembangan food estate meliputi diversifikasi pangan. Hal ini diharapkan mampu membantu provinsi sekitarnya untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli