Netral English Netral Mandarin
09:05wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
JokPro Dukung Jokowi 3 Periode, HNW: Mereka Sengaja Jerumuskan Presiden Jokowi?

Minggu, 20-Juni-2021 09:30

Presiden Joko Widodo
Foto : Setpres
Presiden Joko Widodo
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengomentari wacana masa jabatan presiden tiga periode yang kembali ramai diperbincangkan publik. 

Wacana itu digaungkan oleh komunitas Jokowi-Prabowo (JokPro) 2024 yang menginginkan Presiden Jokowi kembali maju di Pilpres 2024 dan berpasangan dengan Prabowo Subianto.

HNW merasa heran dengan adanya gerakan tersebut. Pasalnya, ia menyebut Jokowi sudah berkali-kali menyatakan tidak setuju dengan wacana masa jabatan presiden tiga periode. Jokowi pun telah menegaskan tidak berniat juga tidak berminat untuk menjadi presiden tiga periode.

"Padahal Presiden @jokowi sudah berkali-kali menyatakan tak setuju dengan wacana Presiden 3 periode, bahwa usulan seperti itu menjerumuskan dirinya, menampar wajahnya dan hanya cari muka. Sikap itu sesuai dengan Konstitusi RI," tulis HNW di akun Twitternya, Sabtu (19/6/2021).

Karenanya, HNW menduga ada maksud lain dibalik gerakan yang mendukung Jokowi agar maju kembali sebagai Presiden untuk tiga periode.

"Atau mereka dengan gerakan itu sengaja menjerumuskan Presiden @jokowi?" cuit Wakil Ketua MPR itu.

Sebelumnya, komunitas JokPro 2024 dalam keterangannya menyebut bahwa mereka adalah organisasi relawan yang menghimpun pendukung Jokowi dan Prabowo untuk maju di 2024. JokPro 2024 mendukung Jokowi menjadi presiden untuk tiga periode.

Terkait penolakan Jokowi untuk menjabat 3 periode, JokPro menilai pernyataan itu masih normatif, karena jika amandemen UUD 1945 soal batasan masa jabatan presiden sudah dilakukan, maka mereka yakin Jokowi tidak bisa menolak.

"Soal Pak Jokowi tidak mau 3 periode, kalau kami melihatnya beliau berbicara normatif karena pada saat ini UUD mengatur tentang 2 periode. Kalau nanti UUD dasarnya ternyata mengatur 3 periode atau dapat 3 periode saya kira Pak Jokowi tidak akan bisa menolak," kata penasehat JokPro 2024, Qodari, Sabtu (19/6/2021).

Untuk itu, Qodari mengaku pihaknya akan terus mendorong agar konstitusi yang mengatur soal batasan masa jabatan presiden dua periode dapat diamandemen.

"Undang-Undang Dasar itu sangat biasa diamandemen. Di Indonesia sudah 3 kali. Di Amerika lebih dari 25 kali. Amandemen itu sendiri ada aturannya di UUD. Itu bukan barang haram. Ada aturannya, selama dipenuhi itu bisa," ungkapnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati