Netral English Netral Mandarin
01:12wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
JPS Minta Sarana Jaya Taat Hukum Soal Lahan Warga di Duren Sawit

Minggu, 26-September-2021 11:30

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M. Syaiful Jihad
Foto : Istimewa
Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M. Syaiful Jihad
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Perumda Pembangungan Sarana Jaya diminta segera melunasi pembayaran lahan milik Alie Santoso seluas 4.278 m2 di Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M. Syaiful Jihad mengatakan, selama puluhan tahun Perumda Pembangungan Sarana Jaya telah menduduki lahan milik Alie Santoso di Duren Sawit secara sepihak.

"Sarana Jaya juga mendirikan bangunan di atasnya tanpa seizin dan persetujuan dari Alie Santoso," kata Syaiful di Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

Tak terima dengan penyerobotan tersebut, Alie Santoso kemudian melayangkan gugatan ke pengadilan.

Majelis hakim kemudian memutuskan tanah tersebut sah milik Alie Santoso dan telah memiliki kekuatan hukum tetap dengan Putusan Perkara No.03/JT/1984 jo. No.422/Pdt/1984/PT.DKI jo. No.1539/K/Pdt/1985.

"Putusannya Perumda Pembangunan Sarana Jaya diminta untuk mengosongkan tanah sengketa tersebut," ujar Syaiful.

Bila putusan pengadilan itu tak dilaksanakan, lanjut Syaiful, Perumda Pembangunan Sarana Jaya harus mengganti dengan uang senilai harga tanah, sesuai harga umum tanah ketika putusan dilaksanakan.

Ironisnya, hingga kini, Pemprov DKI Jakarta q.q Perumda Pembangunan Sarana Jaya tidak mau secara sukarela melaksanakan isi Putusan Perkara No.03/JT/1984 jo. No.422/Pdt/1984/PT.DKI jo. No.1539/K/Pdt/1985 tersebut.

"Akibatnya, Alie Santoso sangat dirugikan karena tidak dapat menikmati atau mendapatkan apa yang menjadi haknya," tambah Syaiful.

Syaiful berharap, Perumda Pembangunan Sarana Jaya untuk segera menyelesaikan kasus tanah ini dan tidak berbuat zalim.

Apalagi, Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Agus Himawan Widiyanto bukan ‘orang baru’, karena Agus sebelumnya juga pernah menjabat Direktur Utama BUMD tersebut, sehingga sudah memahami kasusnya.

"Berlarut-larutnya penyelesaian kasus tanah ini bisa dimanfaatkan menjadi bahan politis dan berimplikasi negatif terhadap kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Apalagi Anies telah mencontohkan bagaimana taat hukum dan membantu penyelesaian kasus tanah Munjul yang sedang diproses KPK," pungkas Syaiful.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Agus Himawan Widiyanto mengatakan saat ini pihaknya tengah mengajukan permohonan fatwa kepada Mahkamah Agung (MA) terkait status lahan di Duren Sawit. 

"Saat ini kami (Sarana Jaya) sudah mengajukan permohonan Fatwa kepada MA," kata Agus Minggu (26/9/2021).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP