3
Netral English Netral Mandarin
16:36 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Jubir PSI Minta Pecat KS SMKN 2 Padang, AA: Kok Cuma PSI yang Bersuara Tegas?

Senin, 25-January-2021 12:55

Jubir PSI Minta Pecat KS SMKN 2 Padang
Foto : Istimewa
Jubir PSI Minta Pecat KS SMKN 2 Padang
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyesalkan kasus pemaksaan jilbab untuk siswi non-Muslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat. Di kasus tersebut telah terjadi pelanggaran konstitusi dan pelakunya harus dipecat.

“Dalam konstitusi, negara kita menjamin kebebasan setiap pemeluk agama. Pemaksaan jilbab kepada pemeluk non-muslim jelas pelanggaran atas konsitusi,” kata Juru Bicara DPP PSI, Mary Silvita, dalam keterangan tertulis, Sabtu 23 Januari 2021.

Menimpali pernyataan Mary, Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando mempertanyakan mengapa hanya PSI yang bersuara tegas.

"Kok cuma PSI yang bersuara tegas soal pemaksaan jilbab di Padang?" kicaunya, Senin (25/1/21).

Sementara sebelumnya diberitakan PSI juga beranggapan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menyelidiki kasus ini.

“Kejadian seperti ini tak boleh terulang. Kemendikbud harus menyelidiki sebab dan pemicu permasalahan, sehingga kejadian serupa tidak akan terulang di kemudian hari,” lanjut Mary.

Ia mengingatkan, pendidikan selayaknya menjunjung tinggi keberagaman dan menolak eksklusivitas seperti tercermin dalam Pancasila.

"Pengelola institusi pendidikan yang tidak memahami, atau sengaja mengabaikan nilai-nilai Pancasila seperti di SMKN 2 Padang itu, harus dipecat untuk memunculkan efek jera," ujar mahasiswi pasca-sarjana konsentrasi Hukum Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah tersebut.

Seorang wali murid SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, dipanggil pihak sekolah lantaran anaknya tidak mengenakan jilbab.

Video yang merekam pertemuan mereka beredar di media sosial.  Dalam video yang viral itu, pihak sekolah dan wali murid beradu argumen soal penggunaan jilbab di sekolah.

Pihak wali murid tersebut mempertanyakan dasar aturan kewajiban berjilbab untuk anaknya yang non-Muslim.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto