Netral English Netral Mandarin
17:49wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Kabar Duka Matinya Gerakan Antikorupsi, Mardani Ali Sera: Keprihatinan Kita Bersama

Minggu, 01-Agustus-2021 08:45

Djoko Tjandra dan Mardani Ali Sera
Foto : Kolase Netralnews
Djoko Tjandra dan Mardani Ali Sera
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemangkasan vonis hukuman koruptor Djoko Tjandra membuat politikus PKS, Mardani ALi Sera geram.

“Keprihatinan kita bersama, fenomena ini menimbulkan anggapan matinya gerakan antikorupsi. Selain @KPK_RI yang sedang mengendur, aspek implementasi semangat antikorupsi dalam hal hukuman jg kian mundur,” kata Mardani, Minggu 1 Agustus 2021.

Ia juga menilai telah terjadi dagelan hukum terkait kasus korupsi konglomerat Djoko Tjandra.

Pemangkasan hukum yang dilakukan para hakim menjadi kabar duka penanganan hukum terhadap para koruptor di Indonesia.

Menurut Mardani Ali Sera, kasus ini telah mencederai rasa keadilan masyarakat dan menghilangkan efek jera pelaku korupsi.

"Dagelan Hukum” kembali terjadi di depan publik. Pengadilan Tinggi Jakarta memangkas hukuman Djoko Tjandra dari 4,5 tahun menjadi 3,5 tahun penjara," lanjut  Mardani Ali Sera di akun twitternya, Jumat (30/7/2021) pagi ini.

Fenomena pemangkasan terhadap hukuman koruptor itu  menimbulkan anggapan matinya gerakan antikorupsi.

Selain KPK yg sedang mengendur, kata Mardani, aspek implementasi semangat antikorupsi dalam hal hukuman juga kian mundur.

Menurut Mardani, kasus Djoko Tjandra merupakan masalah extraordinary sehingga dirinya berharap sejumlah penjahat/koruptor lain yang kabur dari Indonesia termasuk yang buron di dalam negeri harus dikejar dan diungkap.

"Ketika itu saya mengapresiasi penangkapan yang bersangkutan. Banyak pelajaran penting yang bisa diambil seperti rangkaian proses penanganan," kata Mardani.

Tetapi, akhir cerita dari kasus hukum tersebut sangat mengecewakan.

"Ending dari kasus ini secara tidak langsung menjadi potret amburadulnya hukum di negeri kita," ujar anggota Fraksi PKS DPR RI ini.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli