Netral English Netral Mandarin
21:32wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Kakek Suhud Ungkap Kronologi Dimarahi dan Disebut Pengemis oleh Baim Wong: Demi Allah

Rabu, 13-Oktober-2021 09:00

Kakej Suhud saat dimarahin Baim.
Foto : Youtube Baim Wong.
Kakej Suhud saat dimarahin Baim.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kakek Suhud Arif ungkap kronologi saat dimarahi dan disebut pengemis oleh Aktor Baim Wong. Dia sampaikan bahwa kasus itu terjadi pada Jumat (8/10/2021) yang lalu, sebelum Istri Baim, Model Paula Verhoeven melahirkan anak kedua. 

 

Di hari itu, Kakek Suhud baru saja menyelesaikan Salat Jumat di Masjid Cut Mutia, Cikini, Jakarta. Dia keluar kawasan masjid sambil membawa dagangannya, yakni berupa buku-buku keagamaan. 

 

Ketika Kakek Suhud keluar, nampak melintas orang yang diketahui merupakan Baim. Kakek Suhud sendiri mengetahui bahwa orang tua Baim memang tinggal di kawasan Cikini, jaraknya pun terbilang dekat dari posisinya. 

 

“Ini Pak Baim Wong yang sering nolong-nolong orang. Saya susul, tapi agak lama. Dia sampai (rumah), saya baru datang,” ujar Kakek Suhud, dikutip dari pernyataannya di Youtube Langit Entertainment, saat diwawancarai oleh Nikita Mirzani, Rabu (13/10/2021). 

 

Kakek Suhud tidak terima, Baim bercerita yang bukan-bukan karena dirinya dituduh mepet-mepet motor besarnya. Padahal Kakek Suhud hanya mengendarai motor jadul hijau, yang dibeli tahun 2009 lalu. 

 

Maksud Kakek Suhud mengikuti Baim, untuk meminta bantuan dana modal jualan buku. Kakek Suhud sempat menunjukkan buku-buku dagangan yang dia bawa, tetapi alih-alih dilihat, Baim justru memarahi dan menyebutnya pengemis. 

 

“Dia malah ngeledek. Orang Ojol pada dikasih duit. Saya diem aja, kalau caranya begini lebih baik balik aja. Tiba-tiba di belakang ada krunya bawa kamera,” ujar pria 70 tahun ini. 

 

Kakek Suhud juga membantah, tidak mungkin dirinya mepet-mepet motor gede Baim dengan motor jadulnya. Dia juga mengaku tidak mungkin berteriak-teriak meminta uang, karena dirinya sudah tua. 

 

“Demi Allah. Saya kan Orang Islam. Abis Salat Jumat,” tegas Kakek Suhud. 

 

Tapi Kakek Suhud bersyukur, setelah meninggalkan kediaman Baim, ada orang yang membeli buku-bukunya. Di saat itu, Kakek Suhud bersyukur, ada berkah setelah dia merasa dipermalukan oleh Baim. 

 

Ketika pulang ke rumah, perasaannya berkecamuk. Telepon genggam terus berbunyi, banyak orang yang menghubungi dan mencari-carinya. Mencari ketenangan, dia pergi ke Cileungsi, ke kediaman anaknya. 

 

Di Cileungsi, dia didatangi oleh pihak Yayasan Gerak Menebar Kebaikan untuk dibantu. Tak kuasa menahan emosi, Kakek Suhud pun menangis dan sempat berpikiran tidak lagi menjual buku-buku. 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani