Netral English Netral Mandarin
09:33 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Kamis Pagi Nilai Tukar Rupiah Terkoreksi, Ini Penyebabnya

Kamis, 10-December-2020 10:20

Ilustrasi Rupiah
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (10/12/2020) pagi terkoreksi seiring masih buntunya negosiasi terkait paket stimulus di Amerika Serikat.


Pada pukul 9.47 WIB, rupiah bergerak melemah 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.115 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.110 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka menguat di posisi Rp14.095 per dolar AS.

"Pagi ini terlihat nilai tukar emerging markets menguat terhadap dolar AS karena mendapatkan sentimen positif dari vaksin," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Vaksin yang sudah mendapatkan persetujuan sudah mulai disuntikkan ke publik di Inggris. Di AS, pengajuan persetujuan penggunaan untuk vaksin Pfizer sudah mencapai tahap akhir.

Namun di sisi lain, lanjut Ariston, kebuntuan negosiasi stimulus fiskal AS untuk membantu pemulihan ekonomi di tengah pandemi bakal memberikan tekanan untuk aset berisiko.

"Sampai hari ini kesepakatan belum tercapai antara dua partai," ujarnya.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bisa bergerak menguat terbatas di kisaran Rp14.050 per dolar AS hingga Rp14.180 per dolar AS.

Pada Selasa (8/12) lalu, rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.110 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.105 per dolar AS.

 



Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati