3
Netral English Netral Mandarin
21:15 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Kamis Sore Rupiah Melemah Tipis, Ini Penyebabnya

Kamis, 04-Februari-2021 17:47

Ilustrasi Rupiah
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (4/2/2021) sore melemah di tengah optimisme terhadap paket stimulus di Amerika Serikat.

Rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.015 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.005 per dolar AS.

"Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sentimen optimisme pasar terkait kemajuan paket stimulus AS 1,9 triliun dolar," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Meskipun perselisihan dengan Partai Republik tentang label harga paket stimulus tetap ada, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan batasan yang lebih ketat pada kualifikasi untuk cek 1.400 dolar AS yang diminta dalam paket tersebut.Meskipun kebijakan moneter yang sangat mudah dapat mendukung ekonomi AS dalam jangka panjang, lebih banyak bantuan fiskal jangka pendek mungkin diperlukan untuk membawa ekonomi AS melalui pandemi COVID-19.

Sementara itu, bank sentral Inggris Bank of England pada Kamis ini akan mengumumkan keputusan kebijakannya dan kemungkinan akan mengarahkan pandangannya pada prospek pemulihan ekonomi pada 2021.

Meskipun secara luas bank sentral diperkirakan akan menjaga suku bunga dan pelonggaran kuantitatif tetap stabil, investor akan mencari petunjuk tentang kemungkinan kebijakan suku bunga negatif.Dari domestik, pelaku pasar tertuju pada kasus COVID-19 di Indonesia yang terus meningkat. Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 pada Kamis (4/2) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 11.434 kasus positif, sehingga total jumlah kasus positif COVID-19 kini berjumlah 1.123.105 orang,

Data tersebut membuat pelaku pasar kembali pesimis terhadap penanganan COVID-19 di Indonesia meski pemerintah sudah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Guna memperbaiki kondisi ekonomi, maka pemerintah dan masyarakat harus terus bekerja keras untuk sebisa mungkin memutus mata rantai pandemi. Pemerintah harus mempercepat vaksinasi agar semakin banyak orang yang memiliki kekebalan terhadap virus corona," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.008 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.008 per dolar AS hingga Rp14.030 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.036 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.017 per dolar AS. 

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli