Netral English Netral Mandarin
04:34wib
Sebanyak 1.296 sekolah menjadi klaster Covid-19 di saat pembelajaran tatap muka (PTM) diduga akibat penularan. Sejumlah sumber di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sudah ditetapkan sebagai tersangka
Kamus Sejarah Indonesia Disusun Sejak 2017, Sebelum Nadiem Makarim Jadi Mendikbud

Jumat, 23-April-2021 05:20

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim
Foto : Istimewa
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim angkat bicara terkait polemik tidak dicantumkannya nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia yang disusun Kemendikbud.

Nadiem mengatakan, Kamus Sejarah Indonesia Jilid I disusun sejak 2017 atau sebelum dirinya menjabat sebagai menteri.

Namun demikian, Nadiem tidak lepas tangan ketika isu soal kamus itu mulai bergulir. Ia mengaku langsung menugaskan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud untuk menyempurnakan kamus tersebut.

"Begitu mendengar isu Kamus Sejarah yang disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat, saya langsung menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk menyempurnakan kamus yang sempat terhenti," kata Nadiem melalui Instagramnya, Rabu (21/4/2021).

Nadiem menegaskan, Kemendikbud tidak pernah menerbitkan Kamus Sejarah ini secara resmi, apalagi menggunakannya sebagai rujukan pembelajaran di sekolah.

"Saya meminta agar kamus yang disempurnakan dapat memberi manfaat bagi semua, termasuk mewadahi masukan dari Nahdlatul Ulama," jelasnya.

Lebih lanjut, Nadiem menyebut bahwaKemendikbud selalu mengedepankan komitmen penghormatan atas nilai-nilai sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa termasuk K.H. Hasyim Asy'ari.

"KH Hasyim Asy'ari telah menorehkan sejarah panjang pendidikan dan kebudayaan, sekaligus tokoh NU yang menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Belajar dari sejarah senantiasa penting untuk kemajuan bangsa ini," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli