3
Netral English Netral Mandarin
10:18 wib
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui 100 ribu orang. Kondisi itu membuat Italia menjadi salah satu negara yang mencatatkan rekor kematian tertinggi. Politisi Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) Max Sopacua membantah informasi yang menyebut pihaknya menjanjikan imbalan Rp100 juta untuk para kader partai yang bersedia menghadiri KLB
Kang Jalal Meninggal Dicaci Maki, Beragama Semakin Tak Berguna? Budiman: Menyedihkan!

Rabu, 17-Februari-2021 15:54

Kang Jalal Meninggal Dicaci Maki, Beragama Semakin Tak Berguna? Budiman: Menyedihkan!
Foto : Tempo.co
Kang Jalal Meninggal Dicaci Maki, Beragama Semakin Tak Berguna? Budiman: Menyedihkan!
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko mengaku sedih dengan fenomena hujatan dan cacian yang kebablasan. Pasalnya seorang cendekiawan selevel Jalaludin Rahmat yang baru meninggal, masih saja muncul pihak-pihak yang mencaci.

Mulanya, Budiman meretweets pernyataan akun Ahmad Gaus AF @AhmadGaus yang mengatakan: "Di depan FB saya termenung. Sedih sekali membaca caci maki, hujatan, dan sumpah serapah terhadap Kang Jalal yg baru saja meninggal. Kalau begini saya kok merasa beragama itu semakin tidak berguna."

Budiman pun menanggapi dengan mengungkap kesedihannya.

"Menyakitkan dan menyedihkan ya?" kata Budiman, Rabu (17/2/21).

Sebelumnya, keprihatinan serupa juga disampaikan Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir usai melihat sebuah fenomena di timeline media sosial atas kabar meninggalnya dua tokoh Islam. Yakni, Ustad Maaher At-Thuwailibi dan Tokoh Syiah Jalaludin Rahmat.

Gus Nadir melihat dua perbedaan respon netizen atas meninggalnya dua sosok tersebut.

Diketahui, ustad Maaher meninggal 8 Februari 2021 di rumah tahanan Bareskrim Polri. Ustad Maaher merupakan ustad yang terbilang keras terhadap kelompok yang pro dengan pemerintah.

Namun demikian, menurut Gus Nadir, kabar meninggal Ustad Maaher, banyak yang ikut mendoakannya meskipun tak menyukainya.

“Ustad Maaher meninggal, tak ada caci-maki malah mendoakan beliau,” tulis Gus nadir di akun twitternya, Rabu (17/2).

Berbeda dengan Jalaluddin Rahmat. Politikus PDI-Perjuangan ini, selain didoakan, juga banyak yang mencaci makinya.

“Jalal meninggal, banyak yang tega mencaci,” ucap Gus Nadir.

Jalaludin Rahmat alias Kang Jalal meninggal pada usia 72 tahun di Rumah Sakit Santosa, Bandung setelah sebelumnya terpapar Covid-19. Sebelumnya, empat hari yang lalu, istrinya Euis Kartini binti Iri Suhanda juga telah meninggal dunia.

Jalaluddin memang terlahir di lingkungan Nahdatul Ulama, namum demikian, dia merupakan salah satu tokoh Syiah di Indonesia yang terkenal.

Keterlibatannya sebagai orang penting di aliran Syiah, menjadikan sosok Jalaluddin Rahmat sbagai sosok kontroversi oleh Sunni. Itulah sebabnya, banyak yang melontarkan caci-maki setelah mendengar kabar meninggalnya.

Menurut Gus Nadir, sifat caci maki terhadap tokoh yang meninggal, tidak mencerminkan ahlak Nabi.

“Yahudi meninggal, Nabi Muhammad berdiri menghormati atas dasar kemanusiaan. Jelas kan siapa yngg meneladani akhlak Nabi?” ucap Gus Nadir. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto