Netral English Netral Mandarin
10:42wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Kapolda Diminta Tindak Tegas Oknum Pengacara Dalang Dibalik Kerumunan Langgar Prokes di PIK

Rabu, 18-Agustus-2021 12:30

Kerumunan di PIK saat Hari Kemerdekaan
Foto : Istimewa
Kerumunan di PIK saat Hari Kemerdekaan
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beredar video di mana terlihat puluhan aparat keamanan daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Satpol PP dan aparat kepolisian turun melarang dan membubarkan kerumunan Laskar Merah Putih (LMP).

Mereka bermaksud ingin mengibarkan bendera merah putih di PIK sepanjang 21 meter dengan alasan membuktikan bahwa PIK tidak dikuasai Asing, Selasa (17/8/2021).

Terlihat di video kerumunan banyak orang (aparat Sarpol PP, kepolisian, ormas LMP) dan kendaraan membuat macet puluhan mobil dijalanan yang terhenti karena penuhnya jalanan dengan mobil dan kerumunan oknum akibat kejadian tersebut. 

Uniknya diantara kerumunan tersebut ada seorang oknum Pengacara Natalia Rusli yang banyak dilaporkan orang atas dugaan penipuan dan pemalsuan ijazah. 

Belum lama tanggal 12 Agustus 2021, Natalia Rusli dikeluarkan dari program Magister Hukum Universitas Pamulang karena ijazah Sarjana Hukumnya diketahui tidak terdaftar DIKTI sehingga melanggar aturan Permenristek Dikti No 59 tahun 2019. 

Kini Natalia Rusli kembali disorot karena ada dalam video bersama Ormas Laskar Merah Putih di PIK tanggal 17 Agustus 2021.

Diketahui, Dylan Nathanael, anak Natalia Rusli adalah ketua Gerakan Mahasiswa (GEMA) Laskar Merah Putih sehingga Natalia Rusli sebagai ibu Kandung Dylan Nathanael diduga hadir sebagai sosok dibalik sensasi pengibaran bendera merah putih sepanjang 21 meter di PIK dengan alasan PIK tidak dikuasai Asing. 

Menurut Ketua LSM Konsumen Cerdas Hukum Maria, maksud Natalia Rusli adalah membuat sensasi, namun yang dilakukannya tak pintar Hukum.

"Maklum lah ijazah Sarjana Hukumnya keluaran Universitas Timbul Nusantara tidak terdaftar di DIKTI maka dia terobos semua aturan pemerintah daerah dan pemerintah pusat," kata Maria dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/8/2021).

Seharusnya, lanjut Maria, jika ingin mengibarkan bendera sepanjang 21 meter di jalan raya, harus izin ke Pengelola PIK dan Pemprov DKI. 

"Untuk menurunkan puluhan anggota Ormas, harusnya minta izin gangguan dari Kepolisian. Advokat seharusnya tahu itu," ujar dia.

Parahnya lihat video yang ada disaat pemerintah susah payah melakukan PPKM, dan menerapkan 3M. Natalia Rusli justru sendirian tidak mengunakan Masker dan tidak menjaga jarak. Mobil para oknum LMP dan mobil Natalia Rusli "B 8 BMW" terlihat jelas menghadang jalan raya sehingga mobil penguna jalan tidak bisa maju karena terhalang mobil dan kerumunan ini. 

"Terang-terangan oknum pengacara bodong ini kembali mencoreng aturan hukum dan terlihat melanggar Prokes dan PPKM dalam video," ucap Maria.

Untuk itu dirinya meminta Kapolda Metro Jaya berani tegas dan menindak Ormas dan Oknum Aparat Penegak hukum yang jelas-jelasan melecehkan aturan yang susah-susah dibuat. 

Disaat masyarakat sedang susah PPKM dan menjaga aturan Prokes 3M, justru Oknum Advokat terang-terangan, tidak jaga jarak, tidak pakai masker dan berkerumunan sehingga rawan terjadi penularan Covid 19 dan menjadi contoh buruk bagi masyarakat untuk tidak taat aturan. 

"Jangan hanya masyarakat biasa yang ditindak, Ayo Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, berani tindak dan proses Oknum Natalia Rusli, Dylan Nathanael dan oknum Ormas Laskar Merah Putih. Tunjukkan aparat kepolisian berani tegas dan terapkan aturan PPKM yang sudah jelas-jelas dilanggar dalam video ini sebagai barang bukti," katanya lagi.

Semua orang merayakan 17 an di rumah, ini Ratu sensasi si Natalia Rusli, ngajarin anaknya Dylan Nathanael bikin kerumunan di PIK bawa Ormas berkerumun untuk membuat sensasi dengan dalih, mengibarkan bendera merah putih sepanjang 21 meter agar tidak dikuasai asing. 

Video yang di download di Youtube dan beredar di masyarakat ini adalah bukti, di hari kemerdekaan justru Negara harus melawan serangan oknum yang berkedok nasionalis, namun justru kontraproduktif dengan upaya PPKM yang diterapkan oleh Kepala Negara Presiden Jokowi. 

Bukannya introspeksi, malah masuk media dan menyindir kenapa aparat kepolisian dan Satpol PP membubarkan kerumanan Ormas dan Oknum Natalia Rusli yang ingin mengibarkan bendera. 

"Sungguh memalukan demi sensasi, malah melanggar PPKM dan terlihat mobil macet dan ormas berkerumunan dan Seorang wanita mengaku advokat malah tidak pakai masker. Tolong Kapolda tegas tindak pelanggar PPKM ini. Sangat menyakitkan masyarakat. Jika tidak besok-besok ormas lainnya akan berkerumunan dan melanggar prokes. Jangan hanya Habib Rizieq di tindak, beranikah Irjen Fadil Imran proses hukum oknum ini yang jelas-jelasan melanggar prokes?" tutur Maria.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani