Netral English Netral Mandarin
05:45wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Polri Diminta Usut Dugaan Pemerkosaan oleh Bripda RB

Selasa, 07-December-2021 00:05

Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni
Foto : DPR.goid
Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mengapresiasi tindakan cepat Polri untuk menangkap dan menetapkan tersangka Bripda RB atas dugaan pemerkosaan dan perintah aborsi pada mahasiswi berinisial NWR.

“Tentunya kepolisian sudah cepat dalam menindak dan menangkap RB serta menetapkannya sebagai tersangka. Kapolri juga sudah sampai turun tangan langsung dan telah menyatakan bahwa institusinya akan terus mengusut kasus ini. Jadi ini tentunya suatu langkah cepat dan tegas dari kepolisian,” kata Sahroni dalam keterangan persnya, Senin (6/12/2021).

Sahroni mengatakan, Polri harus terus melakukan penyelidikan terkait dugaan tindakan kriminal lainnya yang dilakukan RB terhadap mantan kekasihnya itu. Menurutnya, ada indikasi pemaksaan dan pemerkosaan yang dilakukan tersangka terhadap korban.

“Walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka atas perilaku aborsi, saya tetap meminta kepolisian untuk terus melanjutkan penyelidikan. Jangan berhenti di sini saja. Harus diusut juga itu, terus kumpulkan bukti-bukti terkait, dan harus dimintakan juga sudut pandang dari keluarga korban yang tentunya paham betul kondisinya serta berbagai tulisan digital korban yang selama ini beredar,” ujarnya. Selain itu, Sahroni juga menyoroti terkait laporan korban yang diduga diabaikan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam). Menurutnya sangat berbahaya apabila laporan masyarakat diabaikan Propam sehingga polisi harus mengecek siapa petugas yang menerima laporan korban namun diabaikan.

“Dilihat siapa bagian yang menangani dan harus dibuka secara terang-benderang. Jadi saya rasa pihak yang terlibat tidak hanya pelaku tapi memang ada pengabaian sistematis,” pungkas Legislator NasDem dari Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu) itu. 

Sebelumnya, seorang mahasiswi berinisial NWR ditemukan meninggal dunia di samping makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur pada Kamis (2/12/2021). NWR diduga bunuh diri dengan menenggak racun.

Setelah kejadian itu, nama Bripda RB kemudian menjadi perbincangan hangat di medsos karena disebut-sebut menjadi penyebab NWR bunuh diri. RB merupakan mantan kekasih NWR.

Menindaklanjuti hal tersebut, Polri pun menindak tegas Bripda RB. "Tindak tegas baik sidang kode etik untuk dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH),” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (5/12/2021).

Dedi menambahkan, Bripda RB juga akan diproses pidana sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Hal ini sesuai dengan amanat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yang tidak akan tebang pilih dalam menindak anggota Polri yang melakukan pelanggaran, terlebih pelanggaran berat seperti tindak pidana. “Polri terus komitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah,” tegas Dedi.

Diberitakan, Polda Jawa Timur telah menahan dan menetapkan status tersangka terhadap Bripda RB yang diduga sengaja menyuruh NWR untuk melakukan aborsi sebanyak dua kali. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi