Netral English Netral Mandarin
03:58 wib
Basarnas mengungkapkan banyak petugas dan relawan pencari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes menggunakan rapid test antigen. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menetapkan standarisasi kecepatan hasil deteksi virus corona (SARS-CoV-2) menggunakan swab test atau tes usap metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kasus Chat Mesum HRS Dibuka Lagi, Novel: Rentetan Kriminalisasi, Ada yang Panik dan Terdesak

Rabu, 30-December-2020 23:11

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
Foto : Istimewa
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin berpendapat, dibukanya kembali proses penyidikan kasus dugaan chat mesum Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS), merupakan rentetan kriminalisasi terhadap ulama, khususnya HRS.

Menurutnya, kriminalisasi itu ada kaitannya dengan kasus penembakan 6 Laskar FPI oleh polisi beberapa waktu lalu.Ia menduga, ada pihak yang panik dan terdesak sehingga mengintervensi agar kasus chat mesum yang menjerat HRS diangkat kembali untuk menutupi kasustewasnya 6 laskar FPI mulai terkuak.

Hal tersebut disampaikan Novel menanggapi keputusan Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mencabut Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan chat mesum Habib Rizieq.



"Tentunya ini adalah rentetan kriminalisasi dengan segala macam intervensi karena panik dan telah terdesak oleh kasus pembantaian laskar FPI yang sudah semakin terbuka dan mencuat," kata Novel kepada netralnews.com, Selasa (29/12/2020).

"Dan SP3 yang telah dicabut itu adalah bentuk kriminalisasi lanjutan untuk diduga pelampiasan dendam karena kasus pembantaian laskar yang sudah terdesak," ujar tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu.

Sebelumnya diberitakan, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan penyidikan kasus dugaan chat mesum yang menjerat Habib Rizieq dan Firza Husein dibuka kembali. Hal itu ditandai dengan dibatalkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan Polri pada 2018 lalu.

Perihal putusan praperadilan diungkapkan oleh kuasa hukum pemohon Aby Febriyanto. Ia menyebut, sidang putusan gugatan praperadilan itu digelar pada Selasa (29/12/2020). Dalam putusannya, hakim memerintahkan Polda Metro Jaya sebagai tergugat untuk melanjutkan kasus chat mesum Habib Rizieq dan Firza Husein.

"Alhamdulillah, ada keadilan untuk kita. Pascaputusan praperadilan ini, kita minta semua pihak melaksanakan putusan tersebut, khususnya Polda Metro Jaya. Biar semuanya jelas," kata Febriyanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (29/12/2020).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli