Netral English Netral Mandarin
02:31wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Kasus Covid-19 di Jawa Meningkat, Ulil: Ayuk, Jangan Lengah, Taati Prokes!

Sabtu, 05-Juni-2021 12:10

Ulil Abshar Abdalla
Foto : Istimewa
Ulil Abshar Abdalla
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di wilayah Jawa, jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat beberapa hari terakhir, khususnya di Kudus.

Ulil Abshar Abdalla mengajak semua pihak taat jalani prosedur prokes.

“Teman2, kesadaran memakai masker dan menaati prokes agak merosot di masyarakat. Di sejumlah daerah di Jawa, terjadi gelombang baru kasus Covid-19," kata Ulil, Sabtu 5 Juni 2021.

“Ayuk, jangan lengah. Pakai masker, walau sudah vaksinasi, dan taati prokes di setiap saat. Ingatkan terus lingkungan terdekat kita,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kasus tenaga kesehatan (nakes) yang terinfeksi virus corona (covid-19) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bertambah hingga mencapai 358 orang per 4 Juni 2021. Dari jumlah itu, 30 orang dirawat di rumah sakit, 307 orang menjalani isolasi mandiri, dan 21 lainnya sembuh.

Selain itu, keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Kudus juga sudah penuh. Imbasnya pasien covid-19 di Kabupaten Kudus dirujuk ke Salatiga dan Semarang.

"Ada 358 nakes terpapar covid-19 sampai saat ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Nasiban seperti dinukil CNNIndonesia.com, Jumat (2/6).

Nasiban mengatakan, ratusan nakes itu berasal dari 28 fasilitas kesehatan yang terdiri dari Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik di Kabupaten Kudus. Ia juga mengonfirmasi bahwa seluruhnya sudah menerima suntikan vaksin covid-19.

Untuk itu, atas permintaan Kementerian Kesehatan, pihaknya juga sudah mengirim sampel ratusan nakes tersebut untuk pemeriksaan Whole Genome Sequence (WGS) lantaran dikhawatirkan penularan terjadi karena varian baru virus corona.

"Kemarin ada instruksi yang sudah divaksin tapi terpapar untuk mengirimkan sampel, hampir semua sudah dikirim. Tapi ternyata tidak terbukti kalau itu varian yang lain," kata dia.

Lebih lanjut, Nasiban menilai lonjakan kasus covid-19 pada nakes di Kudus ini disebabkan daya imunitas para nakes yang menurun. Sebab, menurutnya proteksi seperti stok Alat pelindung Diri (APD) pada nakes dan asupan gizi yang diberikan juga telah terpenuhi.

Meski demikian, Nasiban mengatakan, penularan kasus covid-19 di lingkup warga Kudus tidak mengalami lonjakan. Ia menyebut, jumlah kasus harian yang sempat meningkat disebabkan input data telat dilakukan.

"Kemarin kan karena beberapa hari itu banyak delay dari rumah sakit untuk input, jadi tertumpuk di hari kemarin itu, ada 250-an atau berapa kasus itu," pungkasnya.

Mengutip laporan harian dari laman resmi Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus, perkembangan terakhir per 2 Juni pukul 20.00 WIB mencatat sebanyak 7.736 warga Kudus terkonfirmasi covid-19.

Dari jumlah itu, 5.856 orang dinyatakan pulih, 956 orang isolasi mandiri, 287 orang lainnya dirawat di fasilitas kesehatan, sementara 637 orang lainnya meninggal dunia.

Selain itu, Kabupaten Kudus dalam sepekan terakhir tercatat menjadi satu-satunya wilayah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati