Netral English Netral Mandarin
18:06wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Kasus COVID-19 di Papua Melonjak, Banyak Pasien Terpaksa Dirawat di Luar RSUD Kota Jayapura

Minggu, 18-Juli-2021 20:55

Kris Bonsapiya membantu nakes RSUD Jayapura dengan mengambil tabung oksigen dari penyalur di Jayapura.
Foto : Dokumen RSUD Jayapura
Kris Bonsapiya membantu nakes RSUD Jayapura dengan mengambil tabung oksigen dari penyalur di Jayapura.
36

JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Papua menyatakan dari 16 kabupaten dan kota di provinsi itu, tercatat Kabupaten Biak Numfor memiliki kasus COVID-19 tertinggi.

Secara kumulatif hingga Jumat (16/7/2021) warga yang dirawat akibat COVID-19 tercatat 4.945 orang, 998 orang di antaranya dirawat di Kabupaten Biak Numfor, kata Jubir SGPP COVID-19 Papua dr. Silwanus Sumule di Jayapura, Minggu (18/7/2021).

Diakui, 998 orang yang terpapar COVID-19 itu ada yang dirawat di rumah sakit namun ada juga yang menjalani isolasi mandiri.

Daerah tertinggi setelah Biak adalah Kota Jayapura dengan 832 orang yang dirawat, kemudian Kab. Mimika 664 orang, Kab. Jayapura 564 orang, Merauke 471 orang, Jayawijaya 281 orang, Kepulauan Yapen 244 orang dan Kabupaten Asmat 221 orang.

Kemudian Kabupaten Nabire 114 orang, Mappi104 orang, Paniai 85 orang, Keerom 64 orang, Tolikara 43 orang, Supiori 42 orang dan Kabupaten Lanny Jaya 30 orang.

“Memang benar kasus COVID-19 di Papua terjadi kenaikan yang signifikan sehingga masyarakat diharapkan mematuhi protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus tersebut,” harap Sumule.

Diakui, akibat terjadi peningkatan kasus khususnya di Kota Jayapura menyebabkan banyak pasien yang terpaksa dirawat diluar IGD seperti yang terjadi di RSUD Jayapura.

Peningkatan itu menyebabkan kebutuhan akan oksigen mengalami peningkatan cukup pesat, bahkan nyaris menipis karena banyaknya pasien yang membutuhkannya.

Bersyukur pada saat kritis, salah satu keluarga pasien yakni Kris Bonsapia membantu mengambil tabung oksigen dari penyalur.

"Puji Tuhan pak Kris mau membantu mengambil tabung oksigen ke penyalur mengingat banyak pasien yang membutuhkannya sementara petugas kesehatan banyak yang terpapar yakni mencapai 30 orang termasuk dua dokter spesialis," ucap dr. Silwanus yang juga menjabat Wakil Direktur RSUD Jayapura.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli