Netral English Netral Mandarin
11:44wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Kasus Covid-19 Menurun, India Dibuka Kembali untuk Wisatawan di November

Rabu, 20-Oktober-2021 20:00

Taj Mahal di India sudah kembali dibuka.
Foto : NNC/Sulha
Taj Mahal di India sudah kembali dibuka.
16

INDIA, NETRALNEWS.COM – Negara India akan kembali dibuka bagi turis asing yang ingin berwisata. Salah satu syarat yang harus dipenuhi, wisatawan harus sudah menerima vaksinasi penuh.

Langkah ini dilakukan, setelah dilakukan pelonggaran pembatasan terkait Covid-19. India klaim terus mencatat terjadinya penurunan Covid-19 di negara tersebut.

Dilansir dari India Times, Rabu (20/10/2021), wisatawan yang berpergian melalui penerbangan reguler dapat memasuki India mulai 15 November mendatang. Pelonggaran ini adalah yang pertama kalinya, sejak Maret 2020 lalu ketika dilakukan lockdown nasional pertama. Akhirnya India mengizinkan turis asing masuk negaranya.

Sampai saat ini amsih belum jelas, apakah para turis yang datang harus menjalani karantina atau tidak. Tetapi para turis diminta untuk melakukan vaksinasi penuh dan melakukan tes Covid-19 untuk memastikan dirinya negatif virus tersebut. Tes dilakukan dalam waktu minimal 72 jam terakhir sebelum tiba ke India.

Keputusan tersebut yang diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri India awal bulan ini, melihat infeksi harian Covid-19 turun di bawah 20.000. Sebelumnya, India sempat mencapai puncak penularan Covid-19 di angka 400.000 pada Bulan Mei lalu.

Pemerintah akui, saat ini telah semakin banyak orang yang mendapatkan vaksinasi. Dikabarkan sekitar 70 persen dari populasi orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Pejabat kesehatan India juga harap warganya tidak lekas berpuas diri dengan keadaan tersebut. Dewan Penelitian Medis juga sudah memperingatkan apabila “wisata balas dendam” tentu dapat meningkatkan infeksi Covid-19 kembali, apabila tidak patuh pada protokol kesehatan yang ketat.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi