Netral English Netral Mandarin
05:02 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Kasus COVID-19 Meningkat, Satgas Butuh Tambahan 1.000 Relawan Medis

Jumat, 11-December-2020 20:00

Ilustrasi tenaga medis menangani pasien di ruang isolasi.
Foto : Istimewa
Ilustrasi tenaga medis menangani pasien di ruang isolasi.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 masih membutuhkan tambahan relawan medis sebanyak 1.000 orang. Pasalnya, kasus harian COVID-19 di Indonesia terus meningkat.

"Peningkatan kasus masih terus tinggi, dan kesiapan beberapa rumah sakit, terutama rumah sakit rujukan dan fasilitas isolasi mandiri, kebutuhan relawan, terutama relawan medis baik dokter maupun perawat dan yang lainnya, masih cukup tinggi," kata Koordinator Tim Relawan Satgas Penanganan COVID-19 Andre Rahadian di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Saat ini, kata dia, RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta masih membutuhkan tambahan 200 orang relawan medis. Wilayah lain yang membutuhkan banyak tenaga medis adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah merupakan dua wilayah dengan kasus harian COVID-19 tertinggi setelah DKI Jakarta.



Di samping tenaga medis untuk penanganan pasien positif COVID-19, Satgas juga masih membutuhkan tenaga relawan yang akan ditugaskan untuk melakukan pelacakan kontak erat pasien COVID-19. Relawan tersebut akan ditempatkan di fasilitas kesehatan primer atau puskesmas.

Mengingat berlangsungnya pandemi COVID-19 yang sudah menginjak 10 bulan lamanya, Andre berpendapat, perlu ada tambahan tenaga kesehatan untuk merotasi relawan sebelumnya yang telah bekerja sejak awal pandemi.

Menurutnya rotasi tugas para relawan perlu dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan fisik dan psikis relawan agar tidak jatuh pada kondisi yang meningkatkan risiko tertular COVID-19. Meskipun, kata Andre, selama 10 bulan ini tim telah mempelajari banyak hal dan telah melakukan rotasi tugas pada para relawan yang sudah bekerja selama 10 bulan.

Beberapa tenaga medis yang masih dibutuhkan adalah dokter umum, dokter spesialis paru, spesialis anestesi, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan masyarakat. Demikian seperti dilansir Antara.
 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP