Netral English Netral Mandarin
03:46wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Kasus Donasi Rp 2 T Akidi Tio, Geisz Chalifah: Ade Armando Bajingan, Muka Tembok, Diskriminatif

Selasa, 03-Agustus-2021 10:20

Geisz Chalifah
Foto : Istimewa
Geisz Chalifah
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Loyalis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Geisz Chalifah mencemooh Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando terkait kasus sumbangan Rp 2 triliun keluarga pengusaha Akidi Tio (almarhum) untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sulsel).

Cemoohan itu dilontarkan Geisz di akun Twitter-nya dengan mengunggah sebuah video kolase pernyataan Ade Armando dan pemberitaan media soal penetapan tersangka terhadap anak Akidi Tio Heriyanti karena diduga berbohong mengenai uang sumbangan Rp 2 triliun.

Dalam video itu, Ade menyebut bahwa sumbangan Rp 2 triliun keluarga Akidi Tio akan dijadikan contoh untuk menantang kelompok Islam pribumi yang suka menjelekkan Tionghoa.

"Keluarga Akidi Tio menyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan Covid di Sumatera Selatan. Bukan Rp 2 miliar lho, Rp 2 triliun. Uang semua, nggak pakai pasir," kata Ade.

"Ini jadi satu lagi tambahan contoh yang bisa saya gunakan untuk menantang kelompok-kelompok muslim pribumi yang suka sekali menjelekkan Tionghoa. Saya akan bilang, ini sumbangan pengusaha Tionghoa, mana sumbanganmu?" tutur Ade dalam video itu.

Pernyataan Ade itu disandingkan dengan pemberitaan media berjudul "Nge-prank Sumbangan Rp 2 triliun, Anak Akidi Tio Dijerat Pasal Penghinaan Negara".

Kemudian ada juga berita berjudul " 8 Fakta Sumbangan Palsu Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Satu Negara Kena Prank".

Selain artikel berita, video yang diunggah Geisz juga menulis narasi "Kasihan Diprank! Uang Semua, Gak Pakai Pasir".

Sementara Geisz Chalifah dalam cuitannya menuding Ade Armando seorang pecundang dan bajingan berselimut dosen. Komisaris Ancol itu juga menyebut Ade diskriminatif dan intoleran.

"Ade Armando Tersangka, Pecundang, Bajingan berselimut Dosen. MUKA TEMBOK. Otak luh yang sebenarnya diskriminatif & Intoleran. #LiberalUdik," tulis @GeiszChalifah, Senin (2/8/2021).

Sebelumnya, Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro menyebut anak Akidi Tio, Heriyanti telah ditetapkan sebagai tersangka kasus sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel yang penyerahannya dilakukan secara simbolis pada Senin (26/7/2021) di Mapolda Sumsel.

Namun pernyataan berbeda disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi. Ia mengatakan bahwa Heriyanti masih dalam proses pemeriksaan.

"Statusnya masih dalam proses pemeriksaan. Belum tersangka, yang menetapkan tersangka Direskrimum yang punya kewenangan dalam proses penyidikan," kata Supriadi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021).

Menurut Supriadi, kedatangan Heriyanti ke Polda Sumsel kemarin bukan karena ditangkap, melainkan diundang untuk menjelaskan soal bilyet giro terkait pencairan dana Rp 2 triliun itu.

"Tidak ada prank. Pada hari ini, ibu Heriyanti kita undang ke Polda. Perlu digarisbawahi, kita undang bukan kita tangkap, kita undang untuk datang ke Polda untuk memberikan klarifikasi terkait penyerahan dana Rp 2 triliun melalui bilyet giro," ungkap Supriadi. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P