Netral English Netral Mandarin
15:04wib
Barcelona yang tumbang di tangan Bayern Munich sehingga dipastikan tersingkir dari ajang Liga Champions 2021-2022. Hasil analisis dan investigasi penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terhadap beberapa kecelakaan bus Transjakarta menunjukkan sebagian besar disebabkan oleh faktor kesalahan manusia.
Hadi Pranoto seperti dr Louis? Habib Husin: Jadi Heran, kok Bisa Ditetapkan Tersangka tapi Gak Ada Kabar Lagi

Senin, 12-Juli-2021 19:30

Habib Rizieq Shihab
Foto : Twitter/Husin Alwi
Habib Rizieq Shihab
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Husil Alwi Shihab atau biasa disapa Habib Husin mempertanyakan kasus hoaks covid yang menyeret sosok Hadri Pranoto. 

Ia mempertanyakan karena Hadi Pranoto sudah sempat dinyatakan tersangka namun kasusnya tak ada kabar lagi. Mungkin hal ini yang membuat dr Lois  Owien tak takut sebar hoaks karena tak ada ketegasan hukum.  

“Jadi heran, kok bisa ditetapkan sbg tersangka tapi proses hukum berikutnya gak ada kabar lagi kasus Pranoto/Anji soal hoax covid ini,” kata Habib Husin, Senin 12 Juli 2021.

“Mohon atensi Polri  @DivHumas_Polri, supaya ada efek jera bagi yg lain. dr Lois diduga sebar hoax mgk karna pelaku sebelumnya gak dihukum,” imbuhnya.

Pernyataannya disampaikan untuk menanggapi cuitan Muannas Alaidid yang sebelumnya mengatakan: "Biar gak terkesan tebang pilih dan ada efek jera mestinya semua penyebar hoax covid di proses hukum semua, siapapun orangnya, jgn hny dr lois. ini sdh lebih dulu padahal dan kasusnya sdh naik ke sidik @DivHumas_Polri segera tetapkan TSK & Tangkap Hadi Pranoto/Anji. @CCICPolri."

“10bln sdh berjalan sejak sept 2020, dulu ada kasus dokter gadungan hoax soal jamu diblng obat covid, muncul lg hr ini fenomena dr. lois hoax yg sm soal covid. ini bahaya buat masy bingung klo smua tdk ditindak & bisa berujung masy gk ikuti protkes,” imbuh Muannas.'

Sebelumnya dinukil detik.com, pihak Hadi Pranoto dan Muannas Alaidid membuka wacana damai usai keduanya mengadakan pertemuan di Polda Metro Jaya. Namun, polisi memastikan hingga saat ini proses hukum keduanya masih berjalan.

"Kita belum tahu, ini proses (hukum) masih berjalan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Menurut Yusri, saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus yang melibatkan keduanya. Kasus Hadi Pranoto dan Anji perihal dugaan penyebaran berita bohong yang dilaporkan Muannas Alaidid saat ini telah naik ke tahap penyidikan.

Sementara itu, kasus pencemaran nama baik Muannas Alaidid yang dilaporkan Hadi Pranoto masih dalam tahap penyelidikan dan klarifikasi oleh polisi.

Terkait wacana perdamaian yang dibuka kedua pihak tersebut, Yusri mengaku pihaknya menghargai pilihan tersebut. Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui persis terkait wacana perdamaian antara Muannas dan Hadi Pranoto.

"Nanti kita lihat, kita belum tahu itu. Itu kan wacananya mereka, tanya pak siapa itu, tanya pengacaranya (Hadi Pranoto)," jelas Yusri.

Hadi Pranoto dan Muannas Alaidid sempat bertemu di Polda Metro Jaya pada Rabu (23/9) kemarin. Dalam pertemuan itu, Muannas mengungkap adanya ajakan damai dari pihak Hadi pranoto.

"Kalau yang dibahas soal laporan yang berjalan, termasuk laporan kita. Ini saya tanya kan, 'ke situ (Polda Metro Jaya) ngapain?' 'Ini lagi diperiksa lagi laporan ini', 'oh gitu'. 'Terus bisa nggak Bang ada upaya perdamaian?' segala macam, ya kita belum tahu. 'Kalau ada peluang nanti coba dibicarakan', gitu lho, 'memungkinkan atau tidak, ya nantilah kita coba'. Jadi di pertemuan itu ketemu nggak sengaja aja," ungkap Muannas.

Sementara itu, Tonin Singarimbun selaku kuasa hukum Hadi Pranoto mengatakan pihaknya memang tengah mengupayakan damai. Tonin menyebut pihaknya mengharapkan perdamaian agar tidak menimbulkan kegaduhan.

"Jadi dalam kaitan pembicaraan itulah, kemarin bagaimana masing-masing tidak melukai masyarakat karena masyarakat sudah terprovokasi juga. Jadi menuju bagaimana tidak gaduh lagi, kalau tidak gaduh kan damai," jelas Tonin.

Saat ditanya apakah keduanya akan mencabut laporan masing-masing, Tonin mengaku enggan berspekulasi. Menurutnya, kedua belah pihak saat ini berfokus segera menemukan kesepakatan perdamaian terlebih dahulu.

"Yang pasti damai dulu. Damai artinya tidak ada dendam, tidak ada kepentingan yang lain. Kalau cabut laporan perkara itu kan akibat hukumannya, dampaknya ke sana. Kalau sudah ada damai mau apa lagi," jelas Tonin.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi