Netral English Netral Mandarin
09:17wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Kasus HRS, Haikal: Orangutan Pun Paham Bahwa Ini Hanya Politik Semata, Akhiri Drama Ini… 

Senin, 22-Maret-2021 05:21

Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan
Foto : Istimewa
Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan menilai, kasus kerumunan yang menjerat Habib Rizieq merupakan peristiwa politik semata.

"Kalau BELIAU diintai, dibuntuti, ditahan karena kerumunan, maka orangutan pun pasti paham bahwa ini hanyalah peristiwa politik semata," tulis Haikal di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Minggu (21/3/2021).

Karenanya, Haikal Hassan meminta untuk mengakhiri drama politik terhadap Habib Rizieq. "Sudahlah akhiri drama ini.. sebelum datangnya hari dimana kaki tangan mulut menjadi saksi," kata @haikal_hassan.

Pada cuitan lainnya, juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini menyebut bahwa Habib Rizieq bukanlah penjahat atau koruptor, namun ia diperlakukan dengan tidak adil, bahkan dihinakan. Menurutnya, pihak-pihak yang memperlakukan HRS seperti itu telah mengundang azab.

"BELIAU bukan penjahat/ koruptor/ bandar. BELIAU setia kepada negara, pemerintah, Pancasila, UUD. BELIAU hanya dicintai oleh banyak orang," ungkap Haikal.

"Setelah sebelumnya diintai, dibuntuti, dicelakai, lalu ditangkap, diisolasi/ dipenjara, kini dihinakan sedemikian rupa.. Kalian telah mengundang azab!" tegasnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung pada Jumat (19/3/2021). Habib Rizieq sebagai terdakwa mengikuti sidang tersebut secara virtual dari Bareskrim Polri.

Ketika tiba di ruangan sidang di Bareskrim Polri, Habib Rizieq mengadu ke majelis hakim bahwa dirinya didorong, dipaksa dan dihinakan oleh petugas yang membawanya ke ruangan itu.

"Saya didorong, saya tidak mau hadir. Saya sampaikan ke majelis hakim, saya tidak ridho dunia akhirat. Saya dipaksa, didorong, dihinakan," ucap Rizieq.

Rizieq menyampaikan hal tersebut setelah dirinya sempat cekcok dengan jaksa hingga marah-marah dan memprotes operator penyiaran yang merekamnya saat berada di lorong rutan Bareskrim Polri.

Hal itu terjadi karena Habib Rizieq menolak menjalani sidang secara virtual. Ia ngotot ingin dihadirkan langsung di ruang sidang PN Jaktim, bukan mengikuti sidang dari Bareskrim Polri.

Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu bahkan mempersilakan majelis hakim untuk melanjutkan sidang tanpa kehadiran dirinya apabila sidang tersebut tetap digelar secara virtual.

"Silakan majelis hakim melanjutkan persidangan tanpa saya, karena saya tidak menghendaki secara online. Saya siap menunggu di dalam sel terserah ingin divonis berapa tahun," ujar Habib Rizieq. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli