Netral English Netral Mandarin
15:19wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Kasus Korupsi di Dinas Damkar Depok, EK: Kalau di Jakarta Kelebihan Bayar

Rabu, 21-April-2021 11:30

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadi menyoroti kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok.

Dalam dugaan korupsi tersebut meliputi pengadaan sepatu PDL yang mahal namun mutunya di bawah spesifikasi, hingga honorarium penyemprotan desinfektan yang cuma dicairkan Rp 850.000 dari total Rp 1,7 juta yang semestinya diterima.

Eko mengatakan, kasus korupsi yang terjadi di Depok tersebut, jika di Jakarta dinamakan kelebihan bayar.

"Di Depok ini namanya korupsi. Di Jakarta namanya kelebihan bayar!  Beda bung!," kata Eko dalam akun Twitternya.

Awal mula dugaan korupsi di internal Damkar Depok mencuat setelah anggota Damkar Depok, Sandi membongkarnya di media sosial. Dugaan korupsi tersebut dibongkar dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok. Aksi itu kemudian viral.

Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas Damkar Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'. Ada juga poster, 'Pak Presiden Jokowi tolong usut tindak pidana korupsi Dinas Pemadaman Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar'.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati