Netral English Netral Mandarin
11:56wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Kasus Penembakan di Kafe RM Pengamat Sebut Pengawasan PPKM di Hiburan Lemah

Kamis, 25-Februari-2021 21:20

Ilustrasi penembakan senjata api.
Foto : govtech.com
Ilustrasi penembakan senjata api.
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Insiden penembakan oleh oknum polisi terhadap salah satu anggota TNI dan dua orang lainnya hingga tewas di kafe RM pada Kamis (25/2/2021) bikin heboh.

Aktivis Mahasiswa Islam Progresif (Massif) Fakhrijal Lukman menyampaikan prihatin atas insiden penembakan yang terjadi dini hari di tempat hiburan yang belokasi di Cengkareng, Jakarta Barat itu.

Yang cukup disayangkan, kata dia, aksi tersebut terjadi sehari setelah Pemprov DKI memperpanjang PSBB atau PPKM. Artinya masih ada tempat hiburan yang melanggar peraturan PSBB.

Atas dasar itu, ia meminta agar Pemprov DKI melakukan evaluasi secara menyeluruh atas insiden tersebut.

"Insiden ini tanda pengawasan PPKM terhadap tempat hiburan malam masih lemah. Saya prihatin atas kejadian itu," kata Fakhrijal di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

"Pemprov DKI harus evaluasi secara keseluruhan, kenapa bisa jam 2 pagi, kafe itu masih buka," lanjutnya.

Diketahui dari rangkaian kronologi yang disampaikan, pelaku baru masuk ke kafe dan melakukan pemesanan minuman pada pukul 02.00 WIB dini hari.

Selanjutnya, pada pukul 04.00 WIB, petugas kafe meberikan bill minuman sebesar Rp. 3.335.000 lantaran kafe akan tutup, namun pelaku enggan membayar.

Pada pukul 04.30 WIB, petugas keamanan kafe menegur pelaku hingga terjadi percekcokan. Tiba-tiba, pelaku mengeluarkan senjata api dan ditembakkan kepada tiga orang secara bergantian.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP