Netral English Netral Mandarin
03:30 wib
Basarnas mengungkapkan banyak petugas dan relawan pencari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes menggunakan rapid test antigen. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menetapkan standarisasi kecepatan hasil deteksi virus corona (SARS-CoV-2) menggunakan swab test atau tes usap metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
Keamanan Dijamin TNI-Polri, Warga Sigi Diminta Tak Cemas

Senin, 30-November-2020 04:00

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono.
Foto : Divisi Humas Polri
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan Satgas Tinombala diterjunkan untuk mengusut kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dan mengimbau warga agar tenang.

Argo Yuwono juga mempersilakan masyarakat sekitar untuk beraktivitas seperti biasa karena aparat keamanan akan berjaga.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang karena TNI dan Polri akan ikut patroli dan akan bersama-sama dengan masyarakat, silakan melaksanakan kegiatan seperti biasa. TNI dan Polri akan membantu dan memberikan rasa aman disana," kata Argo Yuwono, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (29/11/2020).



Hingga saat ini, tuturnya, aparat keamanan masih melakukan tahap-tahap lanjutan untuk membuat kasus tersebut terang, di antaranya Detasemen Khusus Antiteror Polri (Densus 88) melakukan penyelidikan dan penyidikan serta pengejaran terhadap pelaku. Sementara penerjunan personel TNI dapat dilakukan apabila dibutuhkan dalam Operasi Tinombala.

Dia berharap kejadian tidak berperikemanusiaan seperti itu tidak akan terulang, apalagi sekitar dua pekan lagi pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan dilangsungkan.

Sebelumnya, seperti dilansir Antara, satu keluarga yang terdiri dari empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tewas dibunuh diduga kelompok teroris.

Keempat korban yang dibunuh adalah Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka dan Pedi.
 

Reporter :
Editor : Irawan HP