Netral English Netral Mandarin
23:24wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Kebanyakan Minum Alkohol, Soda, Kopi Bisa Berisiko Osteoporosis hingga Patah Tulang!

Rabu, 20-Oktober-2021 10:15

Irish Coffe, minuman kopi beralkohol khas Irlandia.
Foto : thespicyapron.com
Irish Coffe, minuman kopi beralkohol khas Irlandia.
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Apakah Anda gemar konsumsi berbagai macam minuman bersoda? Atau Anda sering nongkrong di cafe dan mencoba berbagai macam kopi, yang kita ketahui mengandung kafein? 

Jika ya, Anda perlu waspada pasalnya konsumsi minuman bersoda dan kafein berlebih bisa berisiko osteoporosis atau pengeroposan tulang hingga patah tulang. Demikian disampaikan oleh Dokter Spesialis Gizi Dr dr Luciana B Sutanto, MS, SpGK. 

“Minum minuman beralkohol >2 unit per hari meningkatkan risiko osteoporosis dan fraktur (patah tulang) panggul pada pria dan wanita. Kafein dan soda berpotensi mengurangi penyerapan aklsium dalam tubuh,” jelas jelas dr Luci, dalam Virtual Media Briefing, Selasa (19/10/2021). 

Gaya hidup seperti merokok juga menjadi salah satu faktor risiko terjadinya osteoporosis. Nikotin di dalam rokok menyebabkan terjadinya reabsorbsi kalsium di dalam ginjal. 

Merokok juga menyebabkan hormon estrogen berkurang di dalam tubuh. Padahal hormon estrogen merupakan hormon reproduksi yang menjaga kesehatan tulang. 

“Efek racun dari rokok dapat memperlambat pembentukan sel tulang yang baru (osteoblast) dengan menghambat kerja hormon calcitonin,” tegas dr Luci. 

Lebih lanjut dr Luci sampaikan bahwa ada berbagai faktor risiko lain dari osteoporosis. Diantaranya Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah atau sama dengan 19 dan penderita gangguan makanan seperti anoreksia dan bullmia, serta etnis Asia atau Kaukasia. 

“Ukuran tubuh yang lebih kecil juga menyebabkan berkurangnya kadar massa tulang yang berdampak kepada kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Seorang yang pernah melalui operasi saluran perncernaan yang menyebabkan berkurangnya ukuran perut begitu juga serapan kalsium sehingga berisiko osteoporosis,” jelad dr Luci. 

Anda juga perlu mengetahui faktor risiko osteoporosis lainnya, seperti malabsorbsi. Jadi ketidakmampuan usus untuk menyerap nutrisi di dalam makanan, seperti dalam penyakit celiac dan penyakit crohn. Faktor risiko osteoporosis lainnya juga karena tidak berolahraga atau tidak aktif bergerak dalam jangka waktu yang lama. 

“Faktor risiko osteoporosis lain, adalah obat-obatan yang dikonsumsi. Itu terutama berdampak pada kadar hormon seperti pengobatan kanker prostat dan penggunaan obat kortikosteroid,” ucap dr Luci. 

Maka dari itu diimbau dia untuk konsumsi makanan kaya kalsium, olahraga teratur, cukup paparan sinar matahari, dan konsumsi suplemen Vitamin D bila perlu. 

“Hindari rokok dan minuman beralkohol, serta kafein dan soda yang berlebihan,” tegas dr Luci. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi