Netral English Netral Mandarin
03:12wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Liar dan Diskriminatif, Hentikan Kebijakan Kepolisian dan Pemprov DKI Jakarta Ini!

Minggu, 06-Juni-2021 15:51

Azas Tigor Nainggolan
Foto : Istimewa
Azas Tigor Nainggolan
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Kebijakan pesepeda boleh di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang dan jln Sudirman Thamrin pada jam tertentu dan pagi hari adalah liar. 

Diperbolehkannya pesepeda road bike tersebut tidak ada dasar aturannya. 

Kebijakan diskriminatif tersebut harus segera dihentikan agar tidak menimbulkan kekacauan dan menjadi preseden buruk dalam penegakan aturan lalu lintas. 

Pihak kepolisian Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta harus hentikan kebijakan liar tersebut kerena juga akan membahayakan pesepeda itu sendiri. 

Tidak boleh pihak kepolisian mendukung kebijakan liar dan harus menegakan aturan yang sudah ada.

Cara membuat kebijakan yang luar seperti ini juga diskriminatif serta akan merusak citra pesepeda secara umum. 

Akibat ulah pembuatan oleh kepolisian dan kebijakan liar oleh Pemprov Jakarta ini akan membuat publik marah kepada pesepeda secara umum. 

Padahal yang merusak itu adalah pihak kepolisian Polda Metro Jaya, Pemprov DKI Jakarta, serta  segelintir pesepeda road bike yang tidak mau menjalankan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Penempatan pesepeda road bike di JLNT dan di Jln Sudirman Thamrin adalah melanggar pasal 122 dan 229 UU No 22 tahun 2009.  

Mari pihak Kepolisian Polda Metro Jaya tegakan aturan, dan hukum pesepeda road bike yang tidak mau bersepeda pada jalur sepeda yang sudah disiapkan di sisi kiri jalan raya.

Jakarta, 6 Juni 2021

Penulis: Azas Tigor Nainggolan

Analis Kebijakan Transportasi

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto