Netral English Netral Mandarin
00:26wib
Dua laga babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) sudah diketahui dengan mempertemukan Italia vs Austria dan Wales vs Denmark. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) khawatir rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya kolaps di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Kecam Lurah yang Bongkar WC Umum di Jalur Hijau, S Andyka Dituding Numpang Tenar

Kamis, 22-April-2021 14:20

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul
Foto : Istimewa
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menanggapi kecaman yang dilontarkan Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, S Andyka kepada Lurah Penjagalan.

Sebelumnya, Lurah Penjagalan, Ichsan Firdaosy membongkar WC Umum dan Mushola di Jalan Bidara RT 09 RW 05 Kel. Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Karena diduga pembangunan WC Umum dan Mushola tersebut menyalahi aturan.

Adib menilai, pernyataan Andyka yang meminta kinerja lurah agar dievaluasi, hanya sekedar mau numpang tenar. Namun, kata Adib, Andyka salah tempat.

"Inikan aneh, warga protes minta dibongkar tu WC Umum ama musola yang langgar aturan. Kok anggota DPRD DKI kecam lurah. Mungkin Bung Andyka mau jadi penjaga toilet kali," kata Adib, Kamis (22/04/2021).

Menurut Adib, wajar apabila warga RW 05 Pejagalan marah dan menolak pembangunan WC Umum dan musola. Sebab, orang luar yang notabenenya bukan warga setempat ujug-ujug mau dirikan bangunan.

Ditambah berikan pernyataan mengecam dan meminta lurah Pejagalan Dicopot.

"Contoh gini, kita punya rumah, tiba-tiba rumah kita diacak-acak orang lain, pasti marah," pungkasnya.

Apalagi kata Adib, tak pantas seorang anggota dewan mengecam lurah benar-benar menegakan peraturan daerah.

"Ini tentu mencoreng nama Prabowo Subianto selaku Ketum Gerindra dan Ariza Patria selaku Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta. Sekelas Dewan, mau bela aspirasi tapi ditempat salah. WC Umum dan musola langgar aturan," tandasnya.

Sebelumnya dari informasi warga RW 05, pengajuan mendirikan WC Umum dan Musola di jalur Hijau ke pemda setempat, merupakan ide LSM Geperindo.

Dimana dalam surat pengajuan itu, berdalih untuk memperkaryakan warga. Tak tergiur dengan iming-iming itu, warga RW 05 pun menolak pembangunan itu.

Namun, LSM Geprindo mengabaikan aspirasi warga. Dan kekeuh membangun WC umum dan musola di jalur hijau. Hingga berujung pelaporan dan pembongkaran.

Sehingga, lurah Pejagalan pun dituding arogan membongkar tempat ibadah dan WC Umum dipinggir Jalan.

Tak sampai disitu, laporan itu sampai ke Kebon dan membuat murka Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, S.Andyka. Tapi sayang, murkanya S.Andyka salah tempat.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati