Netral English Netral Mandarin
11:34wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Kecantikan Tenun NTT dalam Berbagai Balutan Busana

Sabtu, 19-Juni-2021 06:00

Kecantikan Tenun NTT dalam Berbagai Balutan Busana.
Foto : Antara
Kecantikan Tenun NTT dalam Berbagai Balutan Busana.
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Produk fesyen tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) kini semakin beragam, tak hanya berbentuk sarung dan selendang, tetapi juga ada desain outer, kemeja, dan jaket.

Pendiri UMKM Padu Padan Tenun, Habibie, mengatakan desain tenun yang beragam itu bertujuan memikat generasi milenial untuk mengenakan produk fesyen dari warisan budaya lokal.

"Kami ingin angkat budaya daerah terutama tentang tenun untuk menjadi suatu fesyen yang lebih baru lagi," kata Habibie, Jumat, (9/6/2021).

Kain tenun itu dipadupadankan dengan batik lurik khas Yogyakarta maupun kain chino agar menjadikan produk fesyen yang unik untuk kaum muda, termasuk juga bagi orang tua.

Habibie beralasan corak dari motif tenun yang cenderung ramai membuat batik lurik sebagai penyeimbang.

"Kalau kami padukan dengan kain lain akan sama-sama kontras nanti jadinya agak kurang bagus, makanya kami pakai yang soft biar lebih enak dilihat," kata Habibie.

Produk fesyen Padu Padan Tenun pasarkan baik melalui pemasaran konvensional maupun daring via media sosial seperti Instagram dengan harga berkisar Rp1 juta hingga Rp3 juta.

Busana tenun customize itu telah menjangkau pasar mancanegara, seperti Taiwan, Singapura, Paris, dan Jordan. Sedangkan untuk pasar domestik paling banyak berada di wilayah Jabodetabek.

Dilansir Antara, dalam sebulan omset yang diperoleh merek fesyen lokal ini mencapai Rp40 juta dengan keuntungan bersih antara Rp20 juta sampai Rp30 juta. 

Reporter : Antara
Editor : Sulha Handayani