Netral English Netral Mandarin
04:28wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Kedubes Benarkan Ada Penerbangan Khusus Angkut WN Jepang dari Indonesia

Rabu, 14-Juli-2021 16:37

Ilustrasi calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Foto : VOI
Ilustrasi calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang mengonfirmasi adanya penerbangan khusus untuk mengangkut warga negara Jepang dari Indonesia, di tengah lonjakan kasus COVID-19.

“Penerbangan yang dilakukan tadi pagi terlaksana atas inisiatif dari perusahaan swasta Jepang, dan bukan usaha evakuasi maupun repatriasi dari pemerintah Jepang,” demikian keterangan Kedubes Jepang di Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Kedutaan menjelaskan bahwa sama halnya dengan Indonesia dan negara-negara manapun, Jepang juga masih mengadakan pembatasan masuk bagi orang-orang dari luar negeri.

Pembatasan itu dilakukan untuk menjaga kapasitas pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di bandara beserta petugas medisnya, dan fasilitas karantina bagi mereka yang datang dari luar negeri ini dapat beroperasi dengan baik.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato menyebut bahwa maskapai komersial Jepang akan mengoperasikan penerbangan khusus dari Indonesia pada Rabu, karena permintaan warga Jepang atas kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona, terutama varian Delta.

Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan 14 warga negara Jepang yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Indonesia, per 12 Juli 2021.

"Dari sudut pandang melindungi warga negara Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan sehingga warga Jepang yang ingin kembali dapat kembali ke Jepang sesegera mungkin dan sebanyak mungkin," ujar Kato, seperti dilaporkan Nikkei Asia.

"Setelah itu, kami berencana untuk melakukan tindakan serupa sebagai respons terhadap permintaan dari warga Jepang,” ia menambahkan.

Menurut Kedubes Jepang, pernyataan Kato merujuk pada bantuan berupa penambahan kuota bagi warganya yang akan masuk kembali ke Jepang, juga sambil menjaga kapasitas medis dan fasilitas karantina, serta hal-hal lain pendukung lainnya agar dapat beroperasi dengan baik dalam menerima kepulangan mereka.

Per Selasa (13/7), Indonesia mencatat rekor infeksi harian sebanyak 47.899 kasus dengan 864 kematian baru.

Angka tersebut menjadikan total kasus positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 2.615.529, dengan total kematian 68.219.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli