Netral English Netral Mandarin
13:31 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Kedubes Jerman Sampaikan Belasungkawa FPI, Ustaz Hilmi Firdausi: Kedutaan Radikal? 

Minggu, 20-December-2020 12:05

Tokoh Agama Ustaz Hilmi Firdausi.
Foto : Istimewa
Tokoh Agama Ustaz Hilmi Firdausi.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Agama Ustaz Hilmi Firdausi mempertanyakan, apakah Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman adalah kedutaan radikal.

Dia juga mempertanyakan, apakah akan muncul imbauan dan tagar untuk memboikot berbagai produk. Dia contohkan, yakni produk Adidas, Nivea, Aspirin, Bosch, Audi, VW, Mercy, BMW dan Porsche.

"Apakah kedutaan Jerman itu kedutaan radikal ?," tanya Ustaz Hilmi, dikutip dari cuitannya, Minggu (20/12/2020).



Pernyataan ini disampaikan Ustaz Hilmi menanggapi tindakan Kedubes Jerman yang diketahui mendatangi Markas Front Pembela Islam (FPI). Adapun tujuannya adalah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya enam laskar FPI.

Seperti diketahui, enam orang laskar FPI dikabarkan tewas di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Jawa Barat baru-baru ini.

Pernyataan Ustaz Hilmi lantas menuai komentar dari warganet. Ada yang merasa sedih, tetapi ada juga yang sampaikan terima kasih atas pelajaran toleransi.

"Jd sedih baca nih berita. Ketika dr negara lain bs bersimpati & menyampaikan duka cita nya. Di negara sendiri jgn kan simpati, malah ada yg sanggup menjdkan bahan tawa kebahagiaan.

Terlepas dr kejadian yg sebenernya yg msh misteri, ntah dimana rasa kemanusiaannya.

Yaa Robb...," cuit @hasanah_aswa***.

"Thx to Jerman, yg telah mengajari FPI menjalin toleransi & menghormati Negara kafir, mungkin kedepan FPI  tidak sembarangan mengatai org Antek Aseng, dan tidak Non-Muslim Phobia lagi," cuit @fx_rap***.

"Pengennya saya sih tadz,Jerman nemuin FPI kasih vaksin covid 19 biar kita,biar kita pake produk Jerman aja.," cuit @hafiduts***.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani