Netral English Netral Mandarin
22:48wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Kegaduhan Interpelasi Formula E Akan Diselesaikan di Internal DPRD

Selasa, 28-September-2021 20:20

Wakil Ketua DPRD, Zita Anjani
Foto : Istimewa
Wakil Ketua DPRD, Zita Anjani
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penasehat Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan, DPRD DKI Jakarta akan menyelesaikan kegaduhan yang dipicu masalah penggunaan hak interpelasi Formula E, secara internal.

Penyelesaian dimaksud adalah dengan cara dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta.

"Terkait dinamika yang terjadi di DPRD DKI, ada dua kubu, kubu yang mendukung interpelasi dan juga yang menolak interpelasi. Fraksi PAN merupakan bagian dari kubu yang menolak interpelasi,” kata Zita, Selasa (28/9/2021).

Wakil ketua DPRD DKI Jakarta ini mengakui, kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini, yang diakibatkan oleh usulan penggunaan interpelasi Formula E, sangat disayangkan oleh fraksinya, karena merugikan warga DKI yang sebenarnya membutuhkan kehadiran para wakilnya di DPRD untuk menjawab isu-isu yang lebih nyata dan lebih dirasakan oleh rakyat Jakarta yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Akibat pandemi ini, kata Zita, banyak anak-anak yang putus sekolah, banyak warga miskin yang hidupnya makin susah, dan banyak UMKM yang menutup usahanya.

Dengan kata lain, kata politisi berhijab ini, banyak kesulitan di sendi-sendi kehidupan masyarakat Jakarta.

"(Tapi) kami di Dewan malah disibukkan oleh isu-isu seperti ini, dan ini kami sayangkan," katanya.

Meski demikian, tegas Zita, PAN konsisten dari awal untuk menolak interpelasi Formula E,  karena penyelenggaraan event balap mobil listrik itu sudah disepakati, disetujui dan menjadi bahasan yang panjang dan lama, dan sudah disepakati oleh Pemprov DKI dan legislatif (DPRD).

Zita menegaskan, 7 fraksi di DPRD, termasuk fraksinya, akan melaporkan penyelenggaraan rapat paripurna interpelasi Formula E yang hari ini diselenggarakan ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, ke BK DPRD, karena dinilai ilegal.

“Biarkan kami selesaikan ini di internal tanpa gaduh, tanpa ribut, dan saya rasa ini cukup memalukan karena disaksikan warga DKI yang sedang kesulitan (akibat pandemi),” ujarnya.

Zita berharap masalah ini cepat selesai, sehingga DPRD dapat kembali fokus mengawal isu-isu yang lebih penting bagi warga Jakarta.

Seperti diketahui, interpelasi Formula E diajukan oleh 25 anggota Fraksi PDIP dan 8 anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta pada 26 Agustus lalu dengan alasan untuk meminta penjelasan kepada Gubernur Anies Baswedan, karena menurut hasil audit BPK, ada potensi kerugian negara jika ajang balap mobil listrik itu diselenggarakan.

Selain hal tersebut, PDIP dan PSI berdalih bahwa interpelasi diusulkan untuk digunakan karena selama ini Pemprov DKI dinilai tidak transparan dalam proses penyelenggaraannya yang telah tertunda dua kali akibat pandemi Covid-19, yakni pada Juni 2020 dan 2021 lalu, dan dipaksakan akan diselenggarakan pada Juni 2022, sementara uang yang digelontorkan telah mencapai hampir Rp1 triliun.

Namun usulan itu ditolak tujuh fraksi yang lain di DPRD DKI Jakarta, yakni Fraksi PAN, PKS, Gerindra, Golkar, NasDem, dan PKB-PPP, karena penyelenggaraan Formula E memang telah disetujui DPRD, sehingga anggarannya masuk pada APBD Perubahan 2019.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP