Netral English Netral Mandarin
21:06wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Kejaksaan Diminta Turun Tangan Soal Dugaan Permainan Lelang Proyek SDA di Kepulauan Seribu

Rabu, 08-September-2021 18:00

Pengamat Tamil Selvan
Foto : Istimewa
Pengamat Tamil Selvan
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dugaan alamat fiktif PT Cipta Cahaya Aqilah sebagai pemenang tender dalam lelang pekerjaan di Suku Dinas Sumber Daya Air Kab. Kepulauan Seribu, mendapat tanggapan beberapa kalangan.

Bukan cuma karena nominal lelang yang mencapai Rp18 miliar rupiah, namun adanya dugaan mal-administrasi yang melolos sebuah perusahaan dari verifikasi panitia lelang.

Komunikolog Politik Nasional Tamil Selvan mengatakan bahwa permainan pengaturan proyek di DKI merupakan rahasia umum dan berjalan sejak lama.

"Ini pola lama, biasanya aktor intelektual tidak sendiri karena perlu kordinasi antar badan. Pusat sentralnya di panitia lelang," kata Tamil, Rabu (8/9/2021)

"Saran saya di evaluasi saja proses 'backdoor' nya pasti ketahuan. Apa memang benar ada campur tangan anggota komisi D juga," lanjutnya.

Pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini mengatakan bahwa intrik korupsi di DKI kerap merupakan inisiatif oknum pejabat ditingkat bawah dan menengah, namun efeknya merusak citra politik gubernur seolah merupakan 'high table'.

"Pandangan masyarakat seolah gubernur ini 'high table' nya, padahal ini murni permainan pejabat pimpinan di tingkat wilayah dan tingkat badan. Jadi nama gubernur yang selalu rusak," 

"Saya kira Kasudin dan panitia lelang perlu dievaluasi, bahkan seharusnya Kejaksaan dan KPK juga harus turun melakukan pemantauan. Karena ini bukan hanya isu, tapi sudah ada temuan," tegasnya.

Sebelumnya Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) melaporkan adanya dugaan kongkalingkong dalam lelang pekerjaan di Suku Dinas Sumber Daya Air Adm Kepulauan Seribu. LAI melihat bahwa lelang yang dimenangkan oleh PT Cipta Cahaya Aqilah sangat bermasalah, bahkan diduga melibatkan anggota DPRD Komisi D.

"Kami menduga bahwa PT Cipta Cahaya aqila melakukan pelanggaran dalam lelang yang nilainya hampir 18 miliar ini. Mereka diduga bermain mata dengan oknum anggota dewan di Komisi D dalam memenangkan proyek SPALD (Sistem Pengelolaan Sumber Air Domestik," ujar Sugeng Iriadi, Salah satu anggota LAI dalam keterangan persnya, Senin (6/9/2021).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP