Netral English Netral Mandarin
20:11wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Kelakar KH Said Aqil ke M Taufik: Ini Sudah Benar-benar Mirip Kyai

Rabu, 25-Agustus-2021 18:30

Gubernur Anies Bersama Bendahara PWNU DKI, M Taufik
Foto : Wahyu Praditya Purnomo
Gubernur Anies Bersama Bendahara PWNU DKI, M Taufik
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (BPNU) KH Said Aqil Siradj hadir dalam pelantikan Pengurus PWNU DKI Jakarta di Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021).

Sebelum memberikan sambutan, KH Said Aqil sempat menyapa beberapa nama tokoh yang masuk dalam jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta. Salahsatunya, Wakil Ketua DPRD DKI, yang menjabat Bendahara PWNU DKI, Mohammad Taufik.

M Taufik yang hadir dengan mengenakan bawahan sarung tenun, yang dipandu stelan jas warna hijau kebesaran NU, lengkap dengan peci hitam, ditanggapi KH Said Aqil.

"Pak Taufik ini saya kenal baik. Sekarang sudah benar-benar mirip Kyai," kata KH Said Iqbal yang disambut tawa pengurus dan anggota PWNU DKI yang hadir.

Dalam sambutannya, KH Said Aqil Siradj menjelaskan bahwa manusia mempunyai dua hawa nafsu. Pertama adalah nafsu yang berkaitan dengan ambisi tertentu yang disebut hawa nafsu ghodhobiyah.

"Orang yang punya ambisi ingin jadi apapun, itu namanya ghodhobiyah-nya sedang berperan. Tapi kalau niatnya baik, caranya baik, visi-misinya baik maka namanya bukan nafsu ghodhobiyah, tapi namanya himmah, cita-cita," kata KH Said Aqil.

Kedua, menurut Kiai Said adalah nafsu sahwatiyah. Misalnya keinginan untuk menjadi kaya, hidup mewah, punya rumah megah dan uang banyak.

"Itu boleh, asalnya niatnya baik, caranya baik, tujuannya baik. Kita harus kaya, tapi niatnya harus baik, cara baik, tujuan baik, misalnya untuk membangun NU. Kalau sudah demikian, namanya bukan syahwatiyah, tapi azimah," paparnya.

Menurutnya, ketua NU harus memiliki azimah yang besar. "Seseorang kalau azimah-nya besar, insyaallah akan tercapai tujuannya. Kita pengurus NU harus kaya, tapi tujuan, niat dan caranya baik, namanya azimah," ungkap KH Said Aqil.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani