Netral English Netral Mandarin
09:03wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Keluhan Menahun Belum Tentu Autoimun, Jangan Panik dan Lakukan Hal Ini

Kamis, 07-Oktober-2021 18:40

Ilustrasi orang sakit kepala.
Foto : Alodokter
Ilustrasi orang sakit kepala.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan alergi immunologi klinis di Siloam Hospitals Lippo Village Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI menjelaskan bahwa daya tahan tubuh atau imunitas tubuh yang bermasalah tidak selalu menjadi tanda seseorang mengalami penyakit autoimun.

"Kadang-kadang ada orang yang bermasalah dengan imunnya ternyata disebabkan bukan karena sistem imun yang bermasalah. Ternyata karena dia stres berkepanjangan," ungkap Stevent saat diskusi daring, Kamis (7/10/2021).

"Saya beri bocoran saja apa yang saya lakukan pada saat kita menangani kondisi autoimun, benar-benar harus dilihat secara keseluruhannya. Nggak bisa kita cuma lihat di satu titik saja. Nanti akan ada yang kelewatan," jelas Stevent.

Lebih lanjut, Stevent memaparkan bahwa terdapat lebih dari 150 kondisi autoimun yang pada setiap kondisinya menimbulkan gejala yang berbeda. Gejala-gejala yang umum terjadi di antaranya adalah mengalami keluhan yang menahun dan tidak membaik.

"Pertama adalah kalau kita merupakan populasi kunci, yaitu wanita usia produktif. Kedua, kalau kita mengalami keluhan yang sifatnya menahun. Misal mengalami brain fog, kesulitan konsentrasi yang terus menerus, kelelahan, nyeri sendi, sakit otot, gangguan cerna yang tidak membaik selama berminggu-minggu," kata Stevent seperti dilansir dari Antara.

"Atau bisa juga keguguran yang berulang, kesemutan, itu sering kali juga disebabkan karena kondisi autoimunitas. Bahkan ketidaksuburan pun pada saat ini juga dicurigai beberapa orang disebabkan oleh autoimun," tambahnya.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, Stevent menyarankan agar tidak langsung panik dan mendiaknosa diri sendiri.

"Kalau curiga mengalami autoimun, pertama tetap tenang. Karena biar bagaimana pun kondisi autoimun bukan kondisi yang sering. Biasanya sering kali permasalahan stres, kualitas hidup, kelelahan yang berkepanjangan atau infeksi yang menyebabkan keluhan Anda," tutur Stevant.

Selain itu, Stevent menganjurkan masyarakat yang masih curiga mengalami autoimun agar tidak langsung menemui konsultan. Tahap pertama yang harus dilakukan oleh penderita adalah memeriksakan diri ke dokter spesialis.

"Tapi kalau masih tetap curiga, jangan langsung datang ke saya sebagai konsultan gitu ya. Namun bisa datang dulu ke dokter spesialis penyakit dalam misalnya untuk orang dewasa. Atau ke dokter spesialis anak untuk anak-anak di bawah 15 tahun agar dilakukan evaluasi dulu nih kira-kira apa benar penyebabnya karena autoimun," ujarnya.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP