Netral English Netral Mandarin
10:24wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Kemampuan Fadli Zon Membedakan Diragukan? Mana Bahan Bom Mana Pembersih WC, Mana Oplas Mana Digebuki?

Rabu, 28-April-2021 20:51

Fadli Zon dan Munarman
Foto : Kolase Indozone
Fadli Zon dan Munarman
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Fadli Zon tak percaya Munarman terlibat terorisme. Bahkan, ia juga memprotes tentang temuan Densus 88 yang menyebut bahan untuk bom di bekas Markas FPI. Padahal menurutnya adalah cairan pembersih.

Namun, di mata Denny Siregar,  kemampuan Fadli Zon “membedakan” malah diragukan. Ia kemudian menunjukkan bukti bagaimana Fadli Zon tak mampu bedakan mana oplasi plastik dan mana digebuki dalam kasus Ratna Sarumpaet beberapa waktu silam.

“Tapi eh tapi... Di era revolusi industri 4.0 ini, ada anggota @DPR_RI yang gak bisa membedakan mana muka digebukin dan mana muka bekas oplas...,” cuit Denny Siregar, Rabu 28 April 2021.

Pernyataan Denny membalas pernyataan Fadli Zon yang sebelumnya mengatakan: “Di era revolusi industri 4.0, harusnya kita sdh bisa dg mudah membedakan cairan pembersih WC dg cairan bahan peledak.”

Untuk diketahui, sebelumnya Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, turut mengomentari penangkapan eks Sekum FPI Munarman oleh Densus 88 Antiteror. 

Fadli Zon mulanya mengatakan bahwa ia tak percaya terkait keterlibatan Munarman dalam dugaan tindak pidana terorisme.

Pernyataan itu disampaikan oleh Fadli Zon lewat akun Twitter @fadlizon seperti dilihat, Rabu (28/4/2021). Fadli Zon menilai tuduhan teroris kepada Munarman terlalu mengada-ada.

"Saya mengenal baik Munarman dan saya tidak percaya dengan tuduhan teroris ini. Sungguh mengada-ada dan kurang kerjaan," kata Fadli. Ejaan di cuitan Fadli telah disesuaikan.

Densus 88 Antiteror menangkap Munarman di kediamannya pada Selasa (27/4) sore kemarin. Munarman ditangkap karena diduga terlibat dalam kegiatan baiat teroris di tiga kota.

"(Ditangkap terkait) baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/4).

Sementara itu, tim kuasa hukum Munarman, Hariandi Nasution, membantah kliennya terlibat ISIS. Munarman, kata Hariandi, justru menolak aksi-aksi terorisme.

"Bahwa terhadap tuduhan keterlibatan Klien Kami dengan ISIS, sejak awal Klien Kami dan Ormas FPI telah secara jelas membantah keras, karena menurut Klien Kami tindakan ISIS tidak sesuai dengan yang diyakini oleh Klien Kami," tulis kuasa hukum Munarman, Hariadi Nasution seperti dinukil detik.com, Rabu (28/4).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati