Netral English Netral Mandarin
14:51wib
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta sejumlah pihak tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus corona. Wagub DKI meminta masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak demi terhindar dari varian baru virus corona, yaitu varian Delta plus atau B.1.617.2.1
Kemanusian yang Diusung dr Lie Tanpa Sekat, Denny Siregar: Terkumpullah Rp16 Miliar untuk Beli Kapal Apung Baru

Kamis, 24-Juni-2021 07:54

Kapal Apung RS dr Lie Darmawan
Foto : Serambi Jambi
Kapal Apung RS dr Lie Darmawan
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penggalangan donasi untuk pembelian kapal apung bagi dr Lie Dharmawan mencapai targetnya. 

Untuk itu, Denny Siregar membuat catatan khusus dengan mengungkit syair lau Jhone Lenon tentang kemanusiaan yang diperkenalkan dr Lie Dharmawan. 

Berikut catatan lengkap Denny Siregar, Rabu malam 23 Juni 2021. 

IMAGINE ALL THE PEOPLE..

Tiba2 gua terharu. Kemanusiaan itu ternyata tidak mengenal sekat. Dia menembus ruang dan waktu.

Dokter Lie Dharmawan mengenalkan kepada kita apa arti manusia sesungguhnya. Manusia yang diciptakan untuk berfungsi kepada manusia lainnya.

Kemanusiaan yang diusung dokter Lie lah yang menyatukan kita semua. Dalam waktu 5 hari saja, jiwa-jiwa pengasih menggerakkan tangannya untuk menyisihkan sedikit dari apa yang dia punya.

Dan dari sedikit itu terkumpullah dana 16 miliar rupiah. Cukup untuk beli kapal apung baru dengan semua peralatan medisnya..

Kita mungkin berbeda rupa, berbeda suku, ras dan agama. Tapi kita disatukan dengan spirit yang sama. Spirit untuk membantu sesama..

Terwujudlah apa yang diimpikan John Lennon dulu dengan lagunya.. 

Imagine all the people. Livin' life in peace.

Inilah waktu yang tepat untuk kita seruput secangkir kopi bersama. Merayakan nilai kemanusiaan dalam diri kita..

Seruput.. 

Denny Siregar

Kapal Apung dr Lie Karam

Untuk diketahui, Rumah Sakit Apung (RSA) swasta pertama di Indonesia milik dr. Lie Dharmawan karam. Rumah Sakit Apung ini karam dalam pelayaran dari Kupang menuju Torano.

"Dalam pelayaran dari Kupang, NTT - menuju Torano, Sumbawa Besar, NTB di Perairan Bima, kapal mengalami musibah hingga karam," ujar Lie dalam keterangan tertulis, seperti dinukil detik.com, Jumat (18/6/2021).

Disebutkan Rumah Sakit Apung ini karam di Perairan Bima, NTB, Rabu (16/6) sekitar pukul 14.00 WIT. Lie mengatakan saat ini masih menelusuri penyebab terjadinya musibah.

"Penyebab persis terjadinya musibah, sedang kami telusuri," kata Lie.

Rumah Sakit Apung baru saja menyelesaikan pelayanan medis di Pulau Semau, Kupang, NTT dari tanggal 7 hingga 14 Juni 2021. Selama empat hari di Semau, total 311 orang pasien dilayani dalam bentuk pengobatan umum, bedah minor, KB, KB Implan, suntik 3 bulan, cabut gigi, dan Antenatal Care (ANC).

dr Lie mengatakan terdapat 6 orang yang berada di atas kapal saat kejadian. Namun dia memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

"Di atas kapal ada 6 orang, semuanya ABK termasuk kapten kapal. Puji Tuhan mereka semua selamat sehingga tidak ada korban jiwa," ungkap Lie.

"Mereka berhasil menyelamatkan diri menggunakan skoci sebelum akhirnya mendapat pertolongan dari kapal penumpang KM Niki Sejahtera arah Surabaya," sambungnya.

Dia mengaku sedih dengan karamnya Rumah Sakit Apung ini. Namun dia memastikan semangat menjangkau wilayah-wilayah pelosok tanah air tidak akan pernah padam dan akan terus dilakukan.

"Secara manusiawi kita tentunya sangat sedih. Tetapi, saya pastikan semangat doctorSHARE untuk membantu orang-orang kecil tetap menggebu-gebu. Kami akan bangkit dan kembali berlayar dengan 'bahenol' baru, dengan RSA dr. Lie Dharmawan kedua dalam waktu dekat," ujarnya.

Disebutkan RSA dr Lie Dharmawan atau yang biasa disebut bahenol sejak 2013 menjadi ikon doctorSHARE yang sudah berlayar ke berbagai pelosok nusantara guna melayani sahabat-sahabat. Selama berlayar menjalankan misi kemanusiaan, sudah ada ribuan warga yang mendapatkan pelayanan medis di Kapal Rumah Sakit ini.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto